KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,75%-4%. Di tengah keputusan tersebut, pergerakan pasar kripto bervariasi, dengan Bitcoin dan Ethereum melemah, sedangkan Hyperliquid (HYPE) justru menguat. Melansir data CoinMarketCap pada Kamis (29/10/2026) pukul 18.44 WIB, harga Bitcoin berada di level US$ 80.107, turun 1,43% dalam 24 jam terakhir. Dalam sepekan, Bitcoin melemah 2,09%. Ethereum juga terkoreksi 1,59% secara harian ke level US$ 2.323. Secara mingguan, harganya turun 3,24%.
Baca Juga: Energi Mega Kantongi Tiga Temuan Minyak Baru, Apakah Saham ENRG Layak Dilirik? Sebaliknya, HYPE justru menguat 6,49% dalam 24 jam terakhir ke level US$ 86,71. Dalam sepekan, harga aset kripto tersebut naik 10,42%. Keputusan mempertahankan suku bunga itu diambil dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 27-28 Oktober 2026. Hasil pemungutan suara menunjukkan 10 pejabat mendukung keputusan tersebut, sementara dua pejabat lainnya, Lisa D. Cook dan Beth M. Hammack, memilih kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin. Dalam pernyataan resminya, The Fed menyebut aktivitas ekonomi AS masih tumbuh kuat, sementara inflasi tetap tinggi. Bank sentral juga menyatakan perlu mencermati data ekonomi lebih lanjut untuk menentukan arah kebijakan berikutnya demi mencapai target inflasi 2%. Sejalan dengan itu, Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn mengatakan keputusan The Fed belum mengakhiri ketidakpastian yang dihadapi pasar keuangan. “Keputusan mempertahankan suku bunga bukan berarti ketidakpastian pasar langsung berakhir. Investor masih perlu mencermati bagaimana inflasi berkembang dan bagaimana The Fed merespons data ekonomi berikutnya. Perubahan ekspektasi terhadap suku bunga dapat memengaruhi selera risiko investor, termasuk terhadap aset kripto,” ujar Ryan dalam keterangannya, Kamis (29/10/2026). Selain kebijakan moneter, kenaikan harga minyak juga disebut membatasi penguatan Bitcoin dan memengaruhi sentimen pasar. Hal tersebut merujuk pada laporan Reuters yang dikutip dalam rilis Bittime.
Ke depan, Ryan mengingatkan investor agar tidak hanya berpatokan pada pergerakan harga jangka pendek ketika menentukan langkah di pasar kripto.
Baca Juga: IHSG Anjlok 3,49% ke 5.098, Waspadai Jika Sentuh Support di Level 4.980 Jumat (30/10) “Dalam situasi seperti ini, investor sebaiknya tidak hanya terpaku pada satu pengumuman atau pergerakan harga harian. Memahami konteks pasar, menentukan batas risiko, dan menyesuaikan strategi dengan kondisi masing-masing menjadi bagian penting dalam mengambil keputusan secara lebih terukur,” tuturnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News