The Fed Tahan Suku Bunga, Rupiah Melemah ke Rp 16.755 per Dolar AS



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis (29/1/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,20% secara harian ke Rp 16.755 per dolar AS. 

Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia, rupiah melemah 0,37% secara harian ke Rp 16.786 per dolar AS. 

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pernyataan moneter Federal Reserve mengungkapkan bahwa para pembuat kebijakan memutuskan untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah pada kisaran 3,50%-3,75% dalam pemungutan suara 10 berbanding 2.


Baca Juga: Batas Free Float Naik 15%, BPJS Hingga Danantara Diminta Ambil Peran

Karena Gubernur Fed Stephen Miran dan Christopher Waller (salah satu calon pilihan Trump untuk menggantikan Jerome Powell) memilih untuk memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin.

“Dalam konferensi persnya Powell mengatakan mengenai kebijakan moneter The Fed tetap bergantung pada data dengan pendekatan pertemuan demi pertemuan,” ujar Ibrahim, Kamis (29/1).

Mengenai pasar tenaga kerja, Powell mengatakan bahwa pasar telah stabil, sementara inflasi tetap agak tinggi. Powell menambahkan bahwa angka PCE inti akan mendekati 3% dan memperkirakan harga akan mencapai puncaknya sekitar pertengahan tahun. 

Selain itu, Ibrahim menyebut sentimen dari dalam negeri yang turut mempengaruhi pergerakan rupiah datang dari pasar saham Indonesia.

Analis Goldman Sachs Group Inc menurunkan peringkat saham Indonesia menjadi underweight, memperingatkan bahwa kekhawatiran MSCI Inc terkait kelayakan investasi dapat memicu arus keluar lebih dari US$ 13 miliar jika peringkat pasar diturunkan menjadi status frontier.

Bank Wall Street tersebut memperkirakan, dalam skenario ekstrem di mana Indonesia diklasifikasikan ulang dari pasar negara berkembang, dana pasif yang mengikuti indeks MSCI dapat menjual hingga US$ 7,8 miliar. 

Baca Juga: Harga Emas Meroket, Berpotensi Sentuh Rp4,2 Juta pada 2026

“Arus keluar lebih lanjut sebesar US$ 5,6 miliar juga dapat dipicu jika FTSE Russell meninjau ulang metodologi dan status free-float-nya,” terang Ibrahim. 

Ibrahim memproyeksikan rupiah pada Jumat (30/1) bergerak fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 16.750 – Rp 16.780 per dolar AS.

Selanjutnya: Suzuki Recall Grand Vitara Produksi Desember 2024-April 2025, Ini Masalahnya

Menarik Dibaca: Naik Fantastis, Harga Emas Hari Ini Rekor Tertinggi di atas US$ 5.500

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News