Thomas Djiwandono Menguat di Bursa Calon Deputi Gubernur BI, Ini Kata Komisi XI DPR



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono dinilai menjadi kandidat terkuat calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri pada 15 Januari 2026.

Asal tahu saja, ada tiga nama yang diusulkan Presiden untuk mengikuti fit and proper test calon Deputi Gubernur BI pada pekan ini, yakni Thomas Jiwandono yang masih menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan, Dicky Kartikoyono yang menjabat Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, serta Solikin M. Juhro yang saat ini menjabat sebagai Asisten Gubernur Bank Indonesia.

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menegaskan, masuknya nama Thomas Djiwandono yang juga merupakan keponakan Presiden Prabowo Subianto ke dalam bursa calon Deputi Gubernur BI tidak akan mengganggu independensi Bank Indonesia sebagai bank sentral.


Baca Juga: Selain ke Inggris, Prabowo Akan ke Swiss Jadi Pembicara di WEF

"Apa yang berkaitan dengan independensi? Jangan sampai kemudian urusan-urusan yang sifatnya insinuatif (menuduh/menyindir) seperti itu kemudian dijadikan isu untuk mendegradasi (meragukan) soal kemampuan Pak Tommy sendiri. Pak Tommy orang yang mempunyai kompetensi, latar belakang pendidikannya memadai," ungkap Misbakhun kepada awak media saat ditemui di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (19/1/2026).

Menurut Misbakhun, Thomas Djiwandono memiliki kompetensi dan latar belakang akademik yang memadai, serta pengalaman birokrasi yang kuat, termasuk pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan. Selain itu, ia juga memiliki rekam jejak yang baik di dunia usaha.

Di sisi lain, menurutnya hubungan keluarga dengan Presiden tidak seharusnya dijadikan alasan untuk meragukan kapabilitas calon Deputi Gubernur BI. Bahkan, menurutnya, latar belakang keluarga Thomas justru menunjukkan kedekatan dengan dunia kebijakan moneter.

"Orang tua beliau juga pernah menjadi Deputi, menjadi Gubernur Bank Indonesia dan sebagainya. Apa yang diragukan? Kalau hubungan dengan Pak Presiden itu kan jangan kemudian dijadikan alasan," ujarnya.

Misbakhun menegaskan, proses seleksi Deputi Gubernur BI akan dilakukan secara terbuka melalui uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test), sehingga publik juga dapat menilai secara objektif kemampuan dan integritas para calon.

“Fit and proper test itu terbuka. Publik juga bisa menilai kemampuan, kapasitas, dan integritasnya. Kalau saya menilai, Pak Tommy punya kemampuan akademik, pengalaman birokrasi, dan secara pribadi beliau sosok yang humble dan rendah hati, dan menurut saya figur yang juga pantas untuk menjadi deputi Gubernur Bank Indonesia,” ujarnya.

Meski demikian, Misbakhun menekankan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan Komisi XI DPR RI. Ia menyebut, pengisian jabatan Deputi Gubernur BI merupakan keputusan politik yang akan ditentukan melalui mekanisme musyawarah untuk mufakat.

“Saya kenal ketiga calon. Nanti kita rapatkan di Komisi XI, keputusan politiknya akan seperti apa. Prinsipnya musyawarah untuk mufakat dalam rangka mencari kesepakatan,” pungkasnya.

Baca Juga: Thomas Djiwandono Masuk Bursa Calon Deputi Gubernur BI, Begini Penjelasan Istana

Selanjutnya: Infrastruktur Dorong Minat Investasi Manufaktur Korea ke Indonesia

Menarik Dibaca: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Selasa 20 Januari 2026, Utamakan Kolaborasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News