KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua Komisi XI DPR RI Muhammad Misbakhun menyebut Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono sudah mengundurkan diri dari Partai Gerindra. Pernyataan itu disampaikan Misbakhun saat dikonfirmasi mengenai status keanggotaan partai politik Thomas, yang diusulkan sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia, Selasa (20/1/2026). Misbakhun mengatakan seluruh persyaratan administrasi Thomas sebagai calon Deputi Gubernur BI telah dipastikan terpenuhi.
“Sebagai pengurus partai politik sudah dipastikan sejak awal mengenai surat pengunduran diri. Posisi-posisi keanggotaan di partai sudah tidak berjalan,” kata Misbakhun di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa.
Baca Juga: Thomas Djiwandono Masuk Bursa Calon Deputi BI, Celios Peringatkan Dampak Politiknya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan menyatakan anggota Dewan Gubernur BI dilarang menjadi pengurus maupun anggota partai politik. Ketentuan itu tercantum dalam Pasal 47 ayat (1) huruf c.
Misbakhun mengaku telah mengonfirmasi langsung pengunduran diri Thomas kepada yang bersangkutan dan kepada Gubernur BI Perry Warjiyo. “Saya sudah melakukan konfirmasi kepada beliau yang bersangkutan, kemudian konfirmasi kepada Gubernur Bank Indonesia,” ujar Misbakhun. Dia menjelaskan, nama Thomas masuk dalam bursa calon Deputi Gubernur BI melalui usulan Bank Indonesia. Usulan tersebut disampaikan untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Juda Agung. Menurut Misbakhun, Gubernur BI merespons cepat pengunduran diri tersebut dengan menyiapkan seluruh persyaratan administrasi. “Pak Gubernur kemudian merespons dan dengan persyaratan administrasi yang ada dibuatkan surat kepada Presiden, memberitahukan pengunduran diri Pak Juda Agung, lalu mengusulkan penggantinya,” kata Misbakhun.
Baca Juga: Purbaya Sebut Juda Agung Berpeluang Gantikan Thomas Djiwandono sebagai Wamenkeu Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi Thomas Djiwandono termasuk dalam nama yang diusulkan sebagai calon Deputi Gubernur BI. “Ada beberapa nama yang dikirimkan. Salah satunya memang betul ada nama Pak Wamenkeu, Pak Tommy Djiwandono,” kata Prasetyo di Istana, Jakarta, Senin. Posisi Deputi Gubernur BI menjadi perhatian setelah Juda Agung mengundurkan diri. Hingga kini, alasan pengunduran diri tersebut belum disampaikan ke publik. Istana telah mengirimkan Surat Presiden terkait calon Deputi Gubernur BI kepada DPR RI untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan.
“Berkenaan dengan Deputi Gubernur Bank Indonesia, itu bermula dari adanya surat pengunduran diri dari salah satu Deputi Gubernur,” ujar Prasetyo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News