KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mengambil langkah tak biasa dengan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,50% di luar jadwal rutin Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang seharusnya digelar pada 17-18 Juni 2026 mendatang. Namun, kenaikan BI rate kali ini kemungkinan bukan yang terakhir tahun ini. Ekonom PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Myrdal Gunarto melihat, peluang kenaikan BI Rate masih terbuka apabila tekanan terhadap nilai tukar rupiah berlanjut. Menurutnya, alarm kenaikan suku bunga BI akan kembali menyala jika kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menembus level Rp 18.500 per dolar AS.
Tiba-Tiba Naik Jadi 5,5%, BI Rate Diprediksi Naik Lagi Jika Rupiah Tembus Rp 18.500
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mengambil langkah tak biasa dengan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,50% di luar jadwal rutin Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang seharusnya digelar pada 17-18 Juni 2026 mendatang. Namun, kenaikan BI rate kali ini kemungkinan bukan yang terakhir tahun ini. Ekonom PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Myrdal Gunarto melihat, peluang kenaikan BI Rate masih terbuka apabila tekanan terhadap nilai tukar rupiah berlanjut. Menurutnya, alarm kenaikan suku bunga BI akan kembali menyala jika kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menembus level Rp 18.500 per dolar AS.