Tifa Finance Raih Pinjaman Rp 400 Miliar dari Hana Bank



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT KDB Tifa Finance Tbk memperoleh fasilitas pinjaman senilai Rp 400 miliar dari PT Bank KEB Hana Indonesia. Nilai transaksi tersebut setara 32,83% dari ekuitas perseroan sehingga dikategorikan sebagai transaksi material sesuai ketentuan regulator.

Dalam keterbukaan informasi di BEI yang diterbitkan pada Senin (6/7), manajemen KDB Tifa menjelaskan pinjaman tersebut diperoleh berdasarkan perjanjian kredit Working Capital Installment (WCI) - Uncommitted yang ditandatangani pada 3 Juli 2026.

Transaksi ini tidak memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) karena merupakan pinjaman yang diterima langsung dari bank dalam negeri, namun tetap wajib disampaikan sebagai keterbukaan informasi kepada publik.


 Baca Juga: Kebutuhan Pembiayaan Produktif Masih Besar, Amartha Fokus ke UMKM

Manajemen menyampaikan, tambahan fasilitas pendanaan tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja perseroan.

"Kami memilih PT Bank KEB Hana Indonesia sebagai kreditur baru setelah mempertimbangkan suku bunga yang kompetitif, struktur fasilitas pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan Perseroan, serta komitmen KEB Hana dalam mendukung kebutuhan pendanaan Perseroan," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi.

Perseroan menjelaskan tambahan modal kerja diperlukan agar perusahaan dapat terus menyalurkan pembiayaan kepada para debitur, termasuk perusahaan yang membutuhkan dukungan pendanaan dalam menjalankan kegiatan usahanya.

Dengan adanya fasilitas baru tersebut, KDB Tifa berharap dapat menjaga kecukupan likuiditas, meningkatkan kapasitas penyaluran pembiayaan, serta memperbesar portofolio pembiayaan secara berkelanjutan.

Selain itu, transaksi ini juga diharapkan memperkuat kapabilitas operasional dan memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan sumber pendanaan perseroan.

Sebagai informasi, PT KDB Tifa Finance Tbk merupakan perusahaan pembiayaan yang bergerak di bidang pembiayaan investasi, modal kerja, multiguna, serta pembiayaan berbasis prinsip syariah. Hingga akhir 2025, perseroan membukukan total aset sebesar Rp 2,04 triliun dengan total ekuitas mencapai Rp 1,22 triliun. 

Baca Juga: Allianz Research: Asia Tetap Jadi Motor Pertumbuhan Industri Asuransi Global

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News