JAKARTA. Pemerintah melalui Menteri Komunikasi dan Informasi, Tifatul Sembiring bilang bahwa sms gratis masih mungkin ada walaupun telah ditetapkan aturan basis biaya Rp 23 per sms. Tarif tersebut tidak terlalu mahal karena pada tahun 2007 saja basis biaya sms pernah dibuat Rp 26 per sms pada 2006 dan tidak dipermasalahkan. Seperti yang dilansir KONTAN sebelumnya, sesuai Peraturan Menteri Kominfo Nomor 8/PER/M.KOMINFO/02/2006 tentang interkoneksi, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mengubah skema interkoneksi SMS yang sebelumnya menganut Sender Keep All (SKA) menjadi berbasis biaya (cost-based) per 1 Juni 2012. Ini menandai berakhirnya era SMS gratis. "Ada yang protes sama saya tentang penetapan tarif ini karena dinilai terlalu mahal, namun sebenarnya sms gratis bisa saja tetap ada tergantung dari operatornya masing-masing jika mau menanggung tarif tersebut tanpa dibebankan kepada konsumen. Dan tarif ini tidak mungkin turun lagi karena menurut hitung-hitungan kami sudah paling murah," tambah Tifatul.
Tifatul : SMS gratis masih bisa ada kok
JAKARTA. Pemerintah melalui Menteri Komunikasi dan Informasi, Tifatul Sembiring bilang bahwa sms gratis masih mungkin ada walaupun telah ditetapkan aturan basis biaya Rp 23 per sms. Tarif tersebut tidak terlalu mahal karena pada tahun 2007 saja basis biaya sms pernah dibuat Rp 26 per sms pada 2006 dan tidak dipermasalahkan. Seperti yang dilansir KONTAN sebelumnya, sesuai Peraturan Menteri Kominfo Nomor 8/PER/M.KOMINFO/02/2006 tentang interkoneksi, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mengubah skema interkoneksi SMS yang sebelumnya menganut Sender Keep All (SKA) menjadi berbasis biaya (cost-based) per 1 Juni 2012. Ini menandai berakhirnya era SMS gratis. "Ada yang protes sama saya tentang penetapan tarif ini karena dinilai terlalu mahal, namun sebenarnya sms gratis bisa saja tetap ada tergantung dari operatornya masing-masing jika mau menanggung tarif tersebut tanpa dibebankan kepada konsumen. Dan tarif ini tidak mungkin turun lagi karena menurut hitung-hitungan kami sudah paling murah," tambah Tifatul.