Tiga bank BUMN adu kebut di KUR



MAKASSAR. Bank Rakyat Indonesia (BRI) menunjukkan tajinya sebagai penyalur kredit bagi pengusaha kecil. Hanya dalam tempo tiga bulan sejak program kredit usaha rakyat (KUR) bergulir 18 Agustus lalu, emiten bersandi saham BBRI itu tercatat sudah menyalurkan pembiayaan senilai Rp 10 triliun.

Asmawi Syam, Direktur Utama BRI mengatakan, perolehan tersebut merupakan angka terbesar, jika dibandingkan dengan bank lain. "Kami berharap penyaluran KUR BRI sampai akhir tahun 2015 bisa mencapai Rp 13 triliun," tutur Asmawi, disela-sela acara pembukaan musyawarah nasional Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Makassar, Rabu malam (25/11).

Penyaluran KUR BRI mayoritas mengalir ke sektor perdagangan terkait pertanian, perikanan dan hasil pengolahan dengan porsi sebesar 69%. Sementara sektor pertanian tercatat sebesar 21%, perikanan dan industri pengolahan sejumlah 10%.


Bank Negara Indonesia (BNI) juga bersemangat menyalurkan KUR. Per Oktober 2015, BNI telah menyalurkan KUR ritel mencapai Rp 1,06 triliun, KUR mikro sebesar Rp 6,67 miliar dan KUR TKI senilai Rp 886 juta. "Total KUR yang telah disalurkan BNI Rp 1,067 triliun," ujar Direktur Kredit Komersial (UMKM) BNI, Sutanto.

Awalnya, BNI menargetkan bisa menyalurkan KUR sebesar Rp 3,2 triliun hingga pengujung tahun nanti. Meski demikian, secara moderat, BNI memproyeksikan, hanya bisa menyalurkan KUR di kisaran Rp 2,5 triliun sampai dengan Rp 3 triliun sampai akhir tahun 2015 ini.

Sementara itu, di awal Oktober 2015, KUR Bank Mandiri telah mengucur Rp 350 miliar dari target akhir tahun sebesar Rp 3,2 triliun.

Target tinggi

Yang pasti, pekerjaan rumah bank pela merah belum usai. Tahun depan, pemerintah mematok target penyaluran KUR lebih tinggi yakni sebesar Rp 100 triliun sampai Rp 120 triliun dari target tahun ini yang dipatok Rp 20 triliun.

Atas dasar itulah, bankir BUMN mulai menyusun strategi untuk bisa memenuhi target. Direktur Utama BNI A. Baequni menyatakan, untuk memacu kredit KUR, BNI bakal mengandalkan relationship manager (RM) yang disebar di seluruh titik target penyaluran kredit KUR BNI. "Kami utamakan menambah jumlah RM," ujar Baequni.

Setali tiga uang, BRI bakal memperbanyak tenaga pemasar KUR. Dalam tiga bulan terakhir, pencapaian tinggi KUR dihasilkan oleh lebih dari 8.000 tenaga pemasar. Rencananya, jumlah tenaga pemasar akan ditingkatkan menjadi 10.000 orang demi mencapai target tahun depan.

Bankir berharap, penurunan bunga KUR menjadi 9% pada tahun depan dari saat ini 12%, bakal mendongkrak permintaan KUR. Yang pasti, bankir BUMN berlomba lebih ketat untuk menyalurkan KUR pada 2016. Sebab, pemain KUR menjadi lebih banyak dari saat ini tiga bank BUMN.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan mandat kepada dua bank pembangunan daerah (BPD) untuk menyalurkan KUR. Yakni, BPD Nusa Tenggara Timur (NTT) dan BPD Kalimantan Barat (Kalbar).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Hendra Gunawan