KONTAN.CO.ID - Kecelakaan kerja terjadi di fasilitas kapal penyimpanan dan bongkar muat terapung (
floating storage and offloading/FSO) milik perusahaan energi nasional Malaysia, Petronas, pada Minggu (24/5/2026). Insiden tersebut menyebabkan tiga pekerja meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka-luka.
Baca Juga: Ekonomi Singapura Tumbuh 6% di Kuartal I-2026, Lampaui Perkiraan Mengutip
Reuters, kecelakaan terjadi sekitar pukul 12.50 waktu setempat di FSO Sepat yang berada di lepas pantai negara bagian Terengganu, Malaysia. Dalam pernyataan resminya pada Senin (26/5), Petronas menyebut insiden terjadi saat proses perawatan sekoci penyelamat (
lifeboat maintenance). “Tiga pekerja dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit, sementara satu pekerja lainnya telah dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis dan masih dalam observasi,” tulis Petronas. Perusahaan pelat merah Malaysia tersebut belum memberikan rincian lebih lanjut terkait identitas korban maupun detail teknis insiden.
Baca Juga: Dolar AS Melemah Senin (25/5), Harapan Pembukaan Selat Hormuz Dorong Sentimen Risiko Petronas menyatakan, investigasi masih berlangsung dan dilakukan bersama otoritas terkait untuk mengetahui penyebab kecelakaan. “Investigasi atas penyebab insiden masih berlangsung dengan koordinasi bersama pihak berwenang terkait,” lanjut pernyataan tersebut.
Sementara itu, kantor berita nasional Malaysia Bernama melaporkan para pekerja awalnya menaiki sekoci dari platform FSO untuk diturunkan ke laut guna melakukan pekerjaan perawatan.
Baca Juga: Ukraina Menyerang Stasiun Pemompaan Minyak di Vladimir, Rusia Namun, tali atau pengait yang terhubung dengan sekoci diduga terlepas sehingga menyebabkan para pekerja jatuh ke laut. Laporan Bernama tersebut mengutip keterangan pihak kepolisian setempat.