KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tiga produsen mobil asal China berhasil menembus daftar 10 besar peringkat industri otomotif global 2025. Daftar tersebut resmi dirilis setelah Stellantis Group mempublikasikan laporan keuangannya pada 26 Februari 2026. Laporan itu sekaligus melengkapi data penjualan tahunan para produsen otomotif besar dunia, sehingga peta peringkat industri global 2025 dapat dipastikan. Empat posisi teratas masih ditempati pemain lama. Toyota, Volkswagen, Hyundai Motor, dan General Motors (GM) tetap bertahan sebagai produsen dengan penjualan terbesar di dunia.
Baca Juga: Thailand Bukukan Surplus Transaksi Berjalan US$724 Juta di Januari 2026 Di posisi kelima ada Stellantis dengan penjualan lebih dari 5,4 juta unit. Kinerja ini ditopang kenaikan penjualan 11 persen secara tahunan pada semester kedua 2025.
Sementara itu, tiga pabrikan asal China, yakni BYD, SAIC, dan Geely, berhasil memperbaiki posisinya di daftar global. Sebaliknya, Nissan harus keluar dari 10 besar. BYD menjadi yang paling mencuri perhatian. Pabrikan ini naik ke posisi keenam dengan total penjualan 4,602 juta unit sepanjang 2025. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2,25 juta unit merupakan mobil listrik murni. Angka ini naik 27,86 persen dibanding tahun sebelumnya. Dikutip dari Carnewschina, capaian tersebut membuat BYD untuk pertama kalinya melampaui Tesla dalam penjualan kendaraan listrik global.
Baca Juga: Bursa Jepang Rekor Lagi, Melonjak 10,4% di Februari 2026 Menurut laporan media China CLS, salah satu faktor yang mendorong kinerja produsen otomotif China adalah dukungan pemerintah.
Program tukar tambah kendaraan yang dilakukan pemerintah China sepanjang 2025 menghasilkan transaksi lebih dari 2,6 triliun yuan atau sekitar 380 miliar dollar AS (Rp 6.376 triliun), dengan melibatkan sekitar 360 juta konsumen. Total kendaraan yang ditukar melalui program ini mencapai lebih dari 11,5 juta unit. Sekitar 60 persen di antaranya merupakan kendaraan energi baru atau new energy vehicle (NEV). Secara global, posisi industri otomotif China juga semakin kuat. Sekretaris Jenderal China Passenger Car Association, Cui Dongshu, menyebut pangsa pasar otomotif China di dunia mencapai 35,6 persen sepanjang 2025. Angka tersebut naik dari 34,2 persen pada 2024.
Baca Juga: Singapura Akan Atur Penjualan Blind Box dan Trading Card, Cegah Unsur Perjudian Di pasar ekspor, produsen China juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. BYD mencatat penjualan luar negeri sebanyak 1,05 juta unit atau melonjak 145 persen dibanding tahun sebelumnya.
Adapun SAIC menjual 1,071 juta unit di pasar internasional, naik 3,1 persen secara tahunan.
Baca Juga: Kasus Kripto Korsel: 22 Bitcoin Sitaan Senilai US$1,4 Juta Hilang, 2 Orang Ditangkap Data China Association of Automobile Manufacturers mencatat produksi kendaraan di China pada 2025 mencapai 34,531 juta unit, dengan penjualan 34,4 juta unit. Angka tersebut naik masing-masing 10,4 persen dan 9,4 persen dibanding 2024. Capaian ini sekaligus mempertahankan posisi China sebagai pasar otomotif terbesar di dunia selama 17 tahun berturut-turut. Berikut daftar 10 besar produsen otomotif global 2025 (dalam juta unit):
- Toyota – 11,32 (naik 4,65 persen)
- Volkswagen – 8,98 (turun 0,51 persen)
- Hyundai Motor – 7,27 (naik 0,60 persen)
- General Motors – 6,18 (naik 3,03 persen)
- Stellantis – 5,48 (naik 1,27 persen)
- BYD – 4,60 (naik 7,72 persen)
- SAIC – 4,51 (naik 12,33 persen)
- Ford – 4,40 (turun 1,68 persen)
- Geely – 4,12 (naik 26,03 persen)
- Honda – 3,52 (turun 7,53 persen)