Tiga sektor mendominasi utang luar negeri swasta



JAKARTA. Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Juni 2014 tercatat sebesar US$ 284,9 miliar. Dari angka tersebut, sebesar US$ 153,2 miliar atau setara dengan 53,8% merupakan utang dari sektor swasta. 

Posisi utang luar negeri swasta mengalami peningkatan sebesar 5,1% dibandingkan dengan posisi akhir triwulan I-2014, yang sebesar US$ 145,7 miliar. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Tirta Segara mengungkapkan, pada sektor swasta, posisi ULN pada akhir Juni 2014 terutama terpusat pada sektor keuangan, industri pengolahan dan pertambangan.

Utang sektor keuangan mencapai US$ 42,6 miliar atau setara 27,8% dari total utang luar negeri sektor swasta. Sedangkan utang industri pengolahan US$ 30,9 miliar atau setara 20,2%, dan industri tambang US$ 27,2 miliar dengan porsi 17,8%. 


"Bila dibandingkan dengan triwulan I-2014, posisi ketiga sektor tersebut masing-masing tumbuh 7,9%, 3,2% dan 6,7%," kata Tirta, Selasa (19/8).

Lebih lanjut Tirta menambahkan, Bank Indonesia menilai perkembangan utang luar negeri sampai Juni 2014 masih cukup sehat dalam menopang ketahanan sektor eksternal meskipun perlu terus diwaspadai.

"Bank Indonesia akan tetap memantau dan memperkuat kebijakan pengelolaan ULN, khususnya ULN swasta. Sehingga, ULN dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko stabilitas makroekonomi," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia