Tiga Sentimen Positif yang Akan Mempengaruhi Pergerakan TUGU



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) berhasil mengumpulkan premi bruto sebesar Rp6,01 triliun pada 2025, naik 13,01% dari periode yang sama tahun sebelumnya, menurut laporan bulanan Desember.

Adapun hasil underwriting tercatat tumbuh 1,35% secara year-on-year (yoy) menjadi Rp842,18 miliar. Sementara hasil investasi tercatat meningkat signifikan sebesar 30,11% menjadi Rp432,87 miliar. Alhasil, laba bersih parent only tercatat mencapai Rp575,04 miliar.

Sementara anak usahanya,  TuguRe mencatatkan kenaikan premi bruto sebesar 7,68% menjadi Rp2,67 triliun pada Desember 2025 (Unaudited). Hasil underwriting naik tipis menjadi Rp91,48 miliar. Hasil investasi TuguRe juga melesat 64,21% menjadi Rp223,19 miliar. Kinerja investasi inilah yang mendorong laba bersih TuguRe melesat 56,88% menjadi Rp172,15 miliar.


Analis pasar modal menilai saham TUGU menunjukkan peluang re-rating atau perubahan penilaian (valuasi) pasar yang positif. Hal ini sejalan dengan kenaikan harga saham TUGU yang melonjak lebih dari 20% secara year-to-date (YTD), ditambah dengan dorongan sejumlah sentimen positif.

Baca Juga: Tugu Insurance Jaga Kinerja Asuransi Kendaraan di Tengah Penurunan Premi Industri

Analis Ajaib Sekuritas, Rizal Rafly, mengatakan bahwa investor saat ini tengah menantikan laporan keuangan TUGU full year 2025 yang diprediksi masih tumbuh positif. “Hal ini tercermin pada kinerja bulanan per Desember 2025 dari Tugu Insurance (parent only) serta anak usahanya, TuguRe,” ujar Rafly, Kamis (26/2/2026).

Rafly menilai, dengan proyeksi laba konsolidasian PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) yang diperkirakan tumbuh sepanjang 2025, terbuka peluang kenaikan nilai dividen. Dalam empat tahun terakhir, dividend payout ratio TUGU konsisten berada di level 40%, yang dinilai positif bagi ekspektasi pasar.

Di pasar saham, kinerja TUGU juga terbilang impresif.  Per Kamis (26/2/2026), harga sahamnya telah menguat 23,18% dari awal tahun ke level  Rp1.435 per saham. Sebagai perbandingan, secara year-to-date Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terkoreksi 3,5%, sementara IDX Finance melemah 3,3%.

Baca Juga: Tugu Insurance Jaga Profitabilitas di Tengah Penyesuaian PSAK 117

Meski telah menguat signifikan, valuasi TUGU dinilai masih menarik dengan price to book value (PBV) sekitar 0,5 kali, jauh di bawah rata-rata emiten di indeks sektor keuangan.

Menurut Rafly, kombinasi kinerja keuangan yang solid, daya tarik dividen, serta valuasi yang murah membuka peluang terjadinya re-rating positif pada saham TUGU. Potensi tersebut bahkan belum memperhitungkan kemungkinan aksi korporasi seperti konsolidasi, merger, atau akuisisi yang tengah ramai diperbincangkan di pasar.

Dari sisi aliran dana, investor asing tercatat terus mengakumulasi saham TUGU sepanjang Februari 2026. Sejak awal bulan, net foreign buy telah mencapai Rp22,49 miliar. Aktivitas perdagangan pun meningkat signifikan, dengan nilai transaksi harian selama Februari berada di kisaran Rp8–9 miliar, jauh di atas rata-rata transaksi harian sepanjang 2025 yang sekitar Rp 3,5 miliar.

Selanjutnya: Pegawai Bea Cukai Ditangkap KPK, Tersangka Kasus Impor Barang KW

Menarik Dibaca: ShopeeFood Kembali Gelar Diskon Kuliner Ramadan, Penasaran Promonya?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News