Tiga Survei Capres, Elektabilitas Ganjar Unggul dari Prabowo dan Anies



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mendekati masa pemilihan presiden banyak lembaga survei yang mulai merilis hasil survei terkait elektabilitas calon presiden (Capres) 2024 seperti Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. 

Namun dalam hasil survei pada bulan Juli-Agustus 2023 ini nama Ganjar Pranowo masih unggul setidaknya dalam tiga survei yaitu Survei Litbang Kompas, Survei Indikator Politik dan Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). 

Litbang Kompas


Pada hasil survei terbaru yang dilaksanakan oleh Litbang Kompas Ganjar meraih elektabilitas tertinggi dengan 34,1 persen. Kemudian disusul dengan Prabowo yang memiliki 31,3 persen, dan Anies dengan 19,2 persen.

Litbang Kompas juga memperlihatkan hasil simulasi dengan variasi jumlah nama calon presiden. Dalam simulasi pemilihan bebas dengan 10 nama calon, Ganjar mendapat 29,6 persen, Prabowo 27,1 persen, dan Anies 15,2 persen.

Sementara, dalam simulasi pemilihan dengan hanya 5 nama calon, Ganjar memperoleh 31,8 persen, Prabowo 27,8 persen, dan Anies 15,6 persen.

Baca Juga: Survei SMRC Juli-Agustus: Elektabilitas Ganjar 35,9%, Prabowo 33,6%, dan Anies 20,4%

"Elektabilitas Ganjar melonjak setelah sempat turun pada Mei 2023 menjadi 22,8 persen. Saat ini, posisi elektabilitas Ganjar mendekati angka pada Januari 2023, yaitu 25,3 persen," jelas dari hasil rilis Litbang Kompas di kutip Kamis (24/8). 

Sebagai informasi, Survei Litbang Kompas dilaksanakan secara tatap muka dari tanggal 27 Juli hingga 7 Agustus 2023. Survei ini melibatkan 1.364 responden yang berasal dari 38 provinsi, tersebar di 331 desa dan kelurahan di seluruh Indonesia, dengan margin of error sebesar 2,65 persen.

Survei Indikator Politik.

Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia juga menyatakan data yang serupa dalam hasil rilis survei terbaru terhadap elektabilitas tiga calon presiden 2024. 

Indikator Politik Indonesia melakukan simulasi terhadap 10 nama di mana hasilnya elektabilitas Ganjar masih unggul sebesar 32,4 persen , Prabowo 29,9 persen dan Anies hanya 20,6 persen. 

"Selisih dukungan masing masing tidak signifikan, tapi unggul signifikan dari Anies Baswedan yang berada di posisi ketiga denga suara sekitar 20-21 persen," ujar Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi dalam rilis daringnya dipantau, Kamis (24/8). 

Selanjutnya, Indikator Politik Indonesia melakukan simulasi terhadap tiga nama yang berada di tiga besar. Pertama tetap nama Ganjar 35,2 persen, di bawahnya adalah Prabowo 33,2 persen dan Anies 23,9 persen. 

Baca Juga: Selalu Di Urutan 3 Dalam Poling Pilpres 2024, Inilah Profil Anies Baswedan

Sebagai informasi, Indikator Politik Indonesia melakukan survei pada 15 sampai 21 Juli 2023, dengan penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling. Jumlah responden dalam survei tersebut sebanyak 1.811 orang.

Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dipilih. Adapun toleransi kesalahan atau margin of error sekira 2,35 persen pada tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. 

Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC)

Selanjutnya lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) juga melakukan survei dalam periode waktu yang hampir sama terkait elektablitas capres 2024. 

Dengan simulasi tiga nama hasilnya Ganjar Pranowo masih menduduki peringkat atas yaitu 35,9 persen, Prabowo 33,6 persen, dan Anies 20,4 persen. 

Direktur Riset SMRC Deni Irvani mengatakan, dalam simulasi tiga nama ini tidak ada calon yang mendapat suara dominan di atas 50 persen. 

Karena itu, menurut Deni, terbuka kemungkinan pemilihan presiden akan berlangsung dua putaran jika yang bersaing tiga nama tersebut dan pemilihan diadakan ketika survei. 

"Jika yang bersaing hanya dua nama, Ganjar vs Prabowo, dalam simulasi head to head Prabowo mendapatkan dukungan 44,5 persen, Ganjar 41,5 persen, dan masih ada 13,9 persen yang belum menjawab," jelas Deni. 

Baca Juga: Gerindra: Prabowo Siap Hadapi Tantangan BEM UI untuk Debat Terbuka Para Capres

Deni menerangkan bahwa secara statistik dukungan kepada Prabowo dan Ganjar dalam simulasi dua nama ini seimbang (tidak beda signifikan) karena selisihnya 3 persen kurang dari 2 kali margin of error yaitu 3,3 persen. 

Selanjutnya, jika yang bersaing hanya dua nama antara Ganjar vs Anies, Ganjar mendapat dukungan 49,6 persen, unggul signifikan atas Anies yang mendapat dukungan 32,8 persen. 

Sementara itu bila yang bersaing hanya Prabowo vs Anies, Prabowo mendapat dukungan 52 persen, unggul signifikan atas Anies yang mendapat dukungan 30,2 persen. 

Diketahui, Survei SMRC ini dilakukan pada 31 Juli-11 Agustus 2023, dengan menganalisis 4.260 responden dari seluruh Indonesia. 

Wawancara terhadap responden dilakukan secara tatap muka. Margin of error survei dengan jumlah sampel tersebut secara nasional diperkirakan lebih kurang 1,65 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .