KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tiga warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan hilang setelah kapal tugboat Mufassah 2 berbendera Uni Emirat Arab (UEA) diduga terkena rudal dan tenggelam di Selat Hormuz, perairan antara Uni Emirat Arab dan Oman, pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 02.00 dini hari. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyatakan insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Menyikapi situasi itu, pemerintah mengimbau seluruh awak kapal berkewarganegaraan Indonesia yang bekerja di kawasan tersebut agar meningkatkan kewaspadaan.
Baca Juga: Ancaman Iran: 750 Kapal, Termasuk 100 Kontainer, Terjebak di Sekitar Selat Hormuz Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI Kemlu Heni Hamidah mengatakan para WNI di Timur Tengah, termasuk awak kapal, diminta terus memantau perkembangan keamanan melalui sumber resmi serta menjaga komunikasi dengan perwakilan Indonesia di negara setempat. “Memperhatikan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah, Kementerian Luar Negeri kembali mengimbau seluruh WNI di Timur Tengah termasuk awak WNI yang bekerja di kapal laut, untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan,” kata Heni, Sabtu (7/3/2026). Ia juga meminta para awak kapal segera melakukan lapor diri kepada perwakilan RI agar respons dapat diberikan dengan cepat jika terjadi keadaan darurat. “Segera lakukan lapor diri untuk memastikan respons cepat dan tepat dari Perwakilan RI. Dalam keadaan darurat, segera hubungi hotline Perwakilan RI terkait,” ujarnya.
Baca Juga: AS Siap Kawal Tanker di Selat Hormuz, Trump Kerahkan Instrumen Militer Perwakilan RI di kawasan tersebut saat ini telah berkoordinasi dengan otoritas Uni Emirat Arab dan Oman serta perusahaan pemilik kapal, Safeen Prestige, untuk menindaklanjuti insiden tersebut. Otoritas setempat masih menyelidiki penyebab pasti ledakan yang menenggelamkan kapal itu. Berdasarkan keterangan saksi, kapal Musaffah 2 tiba-tiba meledak hebat hingga terbakar sebelum akhirnya tenggelam. Kapal tersebut membawa tujuh awak kapal yang terdiri dari warga negara Indonesia, India, dan Filipina. Dari jumlah tersebut, empat awak dilaporkan selamat sementara tiga lainnya masih dalam pencarian. Salah satu WNI yang selamat kini menjalani perawatan akibat luka bakar di sebuah rumah sakit di Kota Khasab, Oman. Selain itu, terdapat satu WNI lain yang berada di lokasi kejadian namun berada di kapal berbeda dan dipastikan selamat.
Baca Juga: Selat Hormuz Memanas, Kapal Tanker Terbakar Dihantam Dua Drone Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran yang sangat vital bagi perdagangan energi dunia karena menjadi rute utama ekspor minyak dari negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Iran, Irak, dan Uni Emirat Arab menuju Teluk Oman dan Laut Arab. Hingga kini, Kemlu belum merilis identitas tiga WNI yang masih hilang, namun telah mengonfirmasi jumlah dan status mereka dalam proses pencarian. Sumber:
https://medan.tribunnews.com/news/1784623/perang-iran-kapal-uae-dirudal-dan-tenggelam-di-selat-hormuz-3-wni-ikut-jadi-korban-masih-hilang?page=all. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News