Tigaraksa Satria (TGKA) Kejar Pendapatan Rp 1,47 Triliun Hingga Akhir 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Tigaraksa Satria Tbk (TGKA) membidik pertumbuhan kinerja positif di sepanjang tahun ini. Berbekal pencapaian pada periode paruh pertama, perusahaan menargetkan pendapatan sebesar Rp 14,7 triliun hingga akhir tahun 2026. 

Corporate Secretary TGKA Nelly mengatakan, target pendapatan untuk tahun 2026 diharapkan sebesar Rp.14,7 triliun atau bertumbuh sekitar 12,55% dari tahun sebelumnya. Sementara untuk laba, diproyeksikan dapat mencapai Rp 408 miliar. 

“Selain ditopang oleh pertumbuhan pendapatan, TGKA tetap konsisten menjalankan langkah efisiensi dan perbaikan proses kerja. Kami memperkirakan realisasi laba bersih tahun 2026 mencapai Rp 408 miliar atau bertumbuh 1,7% dibanding pencapaian tahun sebelumnya,” ungkap Nelly, kepada KONTAN, beberapa waktu lalu.


Baca Juga: HGBT Topang PMI Manufaktur, Industri Tunggu Realisasi Penuh

Ia memaparkan, optimisme perusahaan terhadap prospek bisnis tahun ini didukung oleh pertumbuhan ekonomi nasional dan tingkat konsumsi rumah tangga tahun 2026 yang diproyeksikan berada pada kisaran 4,9% hingga 5,7%. Hal ini tercermin dari realisasi kinerja hingga semester pertama lalu. TGKA tercatat  membukukan pendapatan Rp 7,1 triliun pada semester I-2026. Angka tersebut meningkat 14,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 6,2 triliun. Pencapaian kinerja pada periode ini masih didominasi oleh bisnis produk konsumsi sehari-hari. Jika diperinci, produk Susu, makanan ringan dan barang konsumen berkontribusi sebesar Rp 6,88 triliun. Kemudian disusul pendapatan dari gas, kompor, dan blender (Rp 126,73 miliar), serta buku pendidikan (Rp 93,65 miliar). 

Sementara itu, laba tahun berjalan TGKA tercatat  senilai Rp 200,3 miliar, atau tumbuh 9,2% yoy, dan setara 49,9% dari total laba yang dibukukan sepanjang 2025. Sebagai upaya meningkatkan kinerja, perusahaan tetap berupaya menambah prinsipal baru di sepanjang tahun ini. Tanpa menyebut detail, Nelly mengatakan di semester pertama lalu sudah ada penambahan prinsipal baru dari segmen FMCG.

Memasuki paruh kedua, prinsipal baru lainnya akan segera bergabung dengan TGKA yang datang dari segmen produk cold chain. 

 
TGKA Chart by TradingView

Selain penambahan prinsipal, TGKA juga tetap mendorong pertumbuhan organik melalui pengembangan prinsipal existing. 

“Dengan perbaikan proses distribusi sehingga ketersediaan produk di outlet lebih terjaga, menambah outlet coverage, dan dukungan aktivitas promosi dari principal,” jelasnya. Di sisi lain, TGKA juga menjalankan monitoring dan efisiensi proses bisnis untuk menjaga profitabilitas perusahaan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: