TikTok Selamat dari Penutupan di Kanada, Setidaknya untuk Saat Ini



KONTAN.CO.ID - Pengadilan federal Kanada memutuskan TikTok untuk sementara waktu tetap dapat beroperasi di negara tersebut.

Putusan ini sekaligus membatalkan perintah pemerintah Kanada yang sebelumnya menginstruksikan penutupan operasi bisnis TikTok dengan alasan keamanan nasional.

Dalam putusan singkat yang dibacakan pada Rabu (21/1/2026), Hakim Pengadilan Federal Kanada Russel Zinn membatalkan perintah pembubaran TikTok dan mengembalikan perkara tersebut kepada Menteri Industri Kanada, Melanie Joly, untuk ditinjau ulang. Hakim tidak menyampaikan alasan rinci atas keputusannya.


Baca Juga: Harga Emas Turun, Bursa Saham Menguat Usai Trump Lunakkan Ancaman soal Greenland

Sebelumnya, pada November 2024, Kementerian Industri Kanada memerintahkan pembubaran operasi TikTok di Kanada dengan alasan risiko keamanan nasional.

Meski demikian, pemerintah saat itu menegaskan tidak melarang akses masyarakat terhadap aplikasi TikTok maupun aktivitas pembuatan konten oleh pengguna.

TikTok, yang mengklaim memiliki lebih dari 14 juta pengguna bulanan di Kanada, mengajukan banding atas keputusan tersebut.

Menanggapi putusan pengadilan, Kementerian Industri Kanada menyatakan bahwa Menteri Melanie Joly akan melakukan peninjauan ulang terkait aspek keamanan nasional.

Namun, pihak kementerian menolak memberikan komentar lebih lanjut dengan alasan kerahasiaan proses hukum.

Baca Juga: Pengangguran Australia Anjlok, Pasar Mulai Bertaruh Suku Bunga Naik

Dalam pernyataan resminya, TikTok menyambut baik keputusan pengadilan dan menyatakan siap bekerja sama dengan pemerintah Kanada dalam proses peninjauan tersebut.

Seperti diketahui, Kanada bersama sejumlah negara lain tengah meningkatkan pengawasan terhadap TikTok terkait kekhawatiran bahwa China dapat memanfaatkan aplikasi tersebut untuk mengumpulkan data pengguna atau mendorong kepentingan geopolitiknya.

TikTok dimiliki oleh perusahaan asal China, ByteDance.

Baca Juga: Nasib Piala Dunia 2026 di Ujung Tanduk: Tim Eropa Bisa Absen Total?

Pada September tahun lalu, TikTok juga sempat menyepakati peningkatan langkah-langkah perlindungan untuk mencegah anak-anak mengakses platform tersebut di Kanada, setelah hasil investigasi menemukan bahwa sistem perlindungan data pribadi dan pembatasan usia pengguna dinilai belum memadai.

Putusan ini memberikan ruang bagi TikTok untuk tetap beroperasi di Kanada, setidaknya hingga pemerintah menyelesaikan peninjauan ulang terkait risiko keamanan nasional.

Selanjutnya: Nilai Tukar Kurs Transaksi BI Hari Ini Kamis (22/1): Dolar AS di Level Rp17.000

Menarik Dibaca: Bukan Sekadar Hiasan, Ini Makna Tersembunyi 7 Buah Khas Imlek yang Datangkan Hoki

TAG: