KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten pertambangan pelat merah PT Timah Tbk (
TINS) menyambut rencana penerapan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) yang ditargetkan mulai beroperasi pada awal Januari 2027. Meski demikian, perusahaan menyoroti sejumlah hal yang perlu disiapkan sebelum transaksi timah beralih ke bursa tersebut. Direktur Strategi Korporasi dan Pengembangan Usaha TINS Harry Budi Sidharta menjelaskan, timah selama ini telah diperdagangkan melalui Jakarta Futures Exchange (JFX) atau Bursa Berjangka Jakarta. Dengan demikian, kehadiran BMKS atau Indonesia Commodity Exchange (Icomex) pada dasarnya akan mengalihkan transaksi timah dari JFX ke bursa komoditas yang baru.
Baca Juga: Waskita Karya Kebut Revitalisasi Bandara Minangkabau, Progres Capai 78,83% "Timah ini sebenarnya kan komoditas yang sudah lama masuk lewat bursa. Ini jadi kita semacam memindahkan saja transaksi kita ke Icomex, dari JFX," katanya saat ditemui pada Minerba Convex 2026 di JIExpo Jakarta, Selasa (3/11/2026). Harry mengatakan, salah satu hal yang menjadi perhatian TINS adalah kesiapan sistem BMKS dalam mendukung kelancaran transaksi para pelaku usaha. Menurut dia, sistem bursa harus dapat diandalkan agar tidak menimbulkan kendala, baik dalam proses transaksi, pengiriman barang, maupun penerimaan pembayaran. "Sehingga ketika kita pindah ke market yang baru untuk pasar bursa yang baru ini, tidak ada kendala," imbuhnya. Ia berharap, berbagai persiapan dan evaluasi yang masih berjalan dapat diselesaikan dalam dua bulan ke depan sesuai target. Dengan begitu, BMKS dapat beroperasi secara optimal saat mulai diterapkan. "Jadi, saya harapkan sih semua well prepared gitu. Sementara tadi kita dengar sendiri bahwa prosesnya masih dalam, dalam berproses ya penyiapan bursa, mudah-mudahan 2 bulan ini dapat Icomex selesaikan gitu PR-PR-nya," jelas Harry.
Selain kesiapan sistem, Harry menilai partisipasi pembeli juga menjadi pekerjaan rumah yang perlu dituntaskan sebelum BMKS beroperasi. Pasalnya, pembeli perlu mendapatkan sosialisasi dan melalui proses pendaftaran agar dapat bertransaksi di Icomex.
"Pembeli ini kan harus diundang juga, disosialisasikan tentang bursa, kemudian didaftarkan, kemudian mau mendaftar gitu ya di ICOMEX ini. Jadi, benar-benar ada pertemuan antara penjual dan pembeli. Itu yang paling, paling mendasar," terang Harry. Di sisi lain, ia juga menekankan pentingnya sistem transaksi elektronik serta mekanisme penjaminan kualitas komoditas yang diperdagangkan. Menurut Harry, bursa perlu memastikan barang yang ditransaksikan telah memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. "Kemudian, segala sistem elektroniknya untuk transaksi, kemudian bagaimana menjamin kualitas. Tentunya dengan adanya Icomex, bursa bisa menjamin kualitas barang yang diperdagangkan di bursa itu sesuai standar," tegasnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News