KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Timah Tbk (
TINS) mulai memetakan kebutuhan ekspansi dan pengembangan usaha untuk periode tahun buku 2026 mendatang. Emiten pertambangan timah pelat merah ini telah mengantongi persetujuan dari para pemegang saham untuk mengalokasikan anggaran belanja modal atau
capital expenditure (capex) mencapai ratusan miliar rupiah. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Timah Tbk, Fina Eliani mengungkapkan, anggaran belanja modal tersebut telah ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).
Baca Juga: McDonald's Indonesia Hadirkan Beragam Aktivasi untuk Sambut FIFA World Cup 2026 "Besaran dari capex yang telah disetujui pemegang saham berdasarkan RKAP kurang lebih di Rp 450-an miliar," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (12/6/2026). Fina menjelaskan, sumber pendanaan capex tahun depan akan mengandalkan sisa laba bersih tahun buku 2025 yang dialokasikan sebagai laba ditahan. Keputusan ini sejalan dengan hasil RUPST yang menetapkan dividend payout ratio sebesar 50%, sementara sisanya akan diputar kembali untuk memperkuat struktur permodalan dan kebutuhan pengembangan usaha perseroan. Untuk diketahui, PT Timah mencatatkan laba bersih meningkat 10,08% year on year (yoy) menjadi Rp 1,31 triliun dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp 1,19 triliun. Atas capaian tersebut, TINS bakal membagikan dividen sebesar Rp 656,8 miliar kepada para pemegang saham atau setara 50% dari total laba bersih. Terkait arah penggunaan dana, Fina menjelaskan, pihaknya masih akan berfokus pada penguatan bisnis inti di sepanjang tahun 2026. Prioritasnya adalah menggenjot kapasitas produksi smelter guna memperbaiki kinerja operasional yang sempat mengalami tekanan dan cenderung menunjukkan tren penurunan di sepanjang periode tahun 2025.
Baca Juga: Waskita (WSKT) Kebut Proyek Sekolah Rakyat di Surabaya, Target Rampung 20 Juni 2026 "Jadi fokus PT Timah di tahun 2026 masih sama dengan 2025, penguatan dari sisi core bisnis. Di mana di tahun 2026 Timah akan lebih ke arah peningkatan kapasitas produksi smelter, yang cenderung mengalami penurunan di tahun 2025 tetapi mengalami peningkatan di tahun 2026," terangnya. Lebih lanjut, Fina menambahkan, TINS juga mengalokasikan capex untuk mendukung aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui pengurangan penggunaan listrik secara bertahap. "Terkait ESG sebetulnya mayoritas capex Timah itu lebih ke arah peningkatan kapasitas produksi. Dan khusus ESG kita lebih ke arah bagaimana kita mengurangi penggunaan listrik dengan penambahan panel surya di salah satu fasilitas produksi kami di Muntok dan juga di anak perusahaan," pungkasnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News