KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tim nasional sepak bola Democratic Republic of the Congo memastikan tidak akan mengubah rencana persiapan mereka menuju Piala Dunia, meski pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan peringatan bahwa seluruh delegasi harus menjalani isolasi selama 21 hari sebelum memasuki wilayah AS. Langkah ini diambil menyusul kekhawatiran terhadap wabah virus Ebola di Republik Demokratik Kongo, yang dinilai berisiko terhadap penyebaran lintas negara selama turnamen berlangsung.
AS Minta Protokol Ketat: Karantina 21 Hari
Andrew Giuliani, Direktur Eksekutif Gugus Tugas Gedung Putih untuk Piala Dunia, menegaskan bahwa pihaknya telah meminta DR Kongo untuk tetap berada dalam “bubble” latihan di Belgia selama 21 hari sebelum keberangkatan ke Amerika Serikat.DR Kongo Tetap pada Rencana Persiapan
Meski ada tekanan dari pihak Amerika Serikat, juru bicara tim menyatakan bahwa hingga saat ini tidak ada perubahan pada jadwal persiapan mereka. Tim masih akan menjalani rangkaian pertandingan uji coba di Eropa sebelum berangkat ke Amerika Serikat. “Kami tetap menjalankan program latihan kami. Tidak ada pemain dalam skuad yang datang langsung dari Republik Demokratik Kongo.” “Pertandingan uji coba tetap dijadwalkan. Satu-satunya perubahan dalam program adalah pembatalan agenda di Kinshasa.” Sebelumnya, tim sempat merencanakan perjalanan ke Kinshasa sebagai acara perpisahan sebelum tampil di Piala Dunia pertama mereka dalam 52 tahun, namun agenda tersebut telah dibatalkan lebih awal. Baca Juga: Bank Sentral Singapura Gandeng Industri, Permudah Aplikasi Rekening Bank SwastaJadwal Persiapan dan Uji Coba
Tim DR Kongo yang sebagian besar pemainnya berbasis di Eropa—termasuk pelatih Sébastien Desabre—akan melanjutkan agenda uji coba sebagai berikut:- 3 Juni vs Denmark di Liège, Belgia
- 9 Juni vs Chile di Cádiz, Spanyol