KONTAN.CO.ID - Saham PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) menjadi perhatian pasar setelah nama investor sekaligus influencer keuangan Timothy Ronald masuk dalam daftar pemegang saham emiten media tersebut. Berdasarkan data kepemilikan TMPO diperbarui pada 30 Oktober 2026, Timothy tercatat memiliki 13.373.100 saham atau setara 1,26% dari total saham beredar TMPO.
Timothy Ronald Masuk sebagai Pemegang Saham TMPO
Timothy Ronald tercatat memiliki 13.373.100 saham TMPO atau sekitar 1,26% dari total saham beredar berdasarkan data kepemilikan yang diperbarui per 30 Oktober 2026. Pada bulan sebelumnya, namanya belum tercatat dengan porsi kepemilikan tersebut. Dengan jumlah saham beredar sebanyak 1.058.333.250 lembar, kepemilikan Timothy setara dengan sekitar 1,26% saham perusahaan. Mengacu pada harga Rp220 per saham, nilai pasar dari kepemilikan tersebut mencapai sekitar Rp2,94 miliar. Masuknya Timothy juga terjadi bersamaan dengan perubahan kepemilikan sejumlah investor lain. EFG Bank AG, Singapore Branch A/C Clients tercatat mengurangi kepemilikan dari 3,12% menjadi 1,61%. Sementara itu, Yulie Sekuritas Indonesia keluar dari daftar pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%. Mengutip data IPOT, TMPO alami kenaikan sepekan terakhir dengan menghijau 40% lebih dalam 7 hari perdagangan. Sementara itu, per sesi 1 Rabu (4/11) saham ini menghijau 288/saham atau naik 23,08%. Lalu, seperti apa profil emiten ini? Intip lini bisnis emiten dan kinerja terbarunya. Baca Juga: Raffi Ahmad dan Nagita Caplok 61,85% Saham VISI, Intip Profil Emiten dan KinerjanyaProfil PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO)
PT Tempo Inti Media Tbk merupakan perusahaan media yang mengelola berbagai kegiatan usaha dalam kelompok Tempo Media Group. Perusahaan bergerak di bidang penerbitan, percetakan, periklanan, jasa, perdagangan, dan pemasaran. Perjalanan bisnis perseroan berkaitan erat dengan perkembangan media Tempo. Majalah Tempo pertama kali terbit pada 6 Maret 1971 dan menjadi salah satu produk jurnalistik yang dikenal luas di Indonesia. Secara badan hukum, PT Tempo Inti Media Tbk didirikan pada 27 Agustus 1996 dengan nama PT Arsa Raya Perdana. Perusahaan kemudian melaksanakan penawaran umum perdana saham pada 2000 dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 8 Januari 2001 dengan kode saham TMPO. Baca Juga: Segera Right Issue 15 Miliar Saham Baru, Intip Profil Emiten VKTR dan Kinerja TerbaruLini Bisnis Tempo Inti Media
Bisnis TMPO tidak hanya mengandalkan penerbitan majalah dan media berita. Perseroan juga mengembangkan usaha percetakan, penyelenggaraan acara, perdagangan kertas, serta konten kreatif dan digital melalui sejumlah entitas anak. Berikut beberapa lini bisnis utama Tempo Media Group:a. Penerbitan dan media
Penerbitan menjadi salah satu kegiatan usaha utama Tempo. Kelompok ini menaungi produk media seperti Majalah Tempo, Tempo English Edition, Koran Tempo, dan Tempo.co. Selain produk berita, perusahaan juga mengembangkan layanan berbasis konten, distribusi informasi, dan produk digital. Perubahan pola konsumsi berita membuat perseroan perlu memperkuat model bisnis berbasis pelanggan digital.b. Percetakan melalui Temprint
TMPO menjalankan usaha percetakan melalui PT Temprint. Kegiatan bisnisnya mencakup jasa pencetakan berbagai produk, termasuk kebutuhan penerbitan dan barang cetakan lainnya. Lini percetakan menjadi salah satu sumber pendapatan perseroan. Namun, kinerjanya dapat dipengaruhi oleh perubahan permintaan cetak, biaya bahan baku, serta berkurangnya kebutuhan produk berbasis kertas.c. Penyelenggaraan acara
Perseroan juga memiliki kegiatan usaha penyelenggaraan acara melalui Impresario. Bisnis ini berkaitan dengan pengelolaan kegiatan, aktivasi, dan penyelenggaraan acara untuk berbagai kebutuhan klien. Pendapatan dari lini tersebut bergantung pada jumlah proyek dan aktivitas penyelenggaraan acara selama periode berjalan.d. Perdagangan kertas
TMPO menjalankan perdagangan kertas melalui PT Temprint Inti Niaga. Kegiatan ini melengkapi bisnis percetakan karena berkaitan dengan penyediaan dan penjualan bahan baku kertas. Kinerja lini perdagangan kertas dapat dipengaruhi oleh harga bahan baku, volume penjualan, serta kebutuhan industri percetakan.e. Konten kreatif dan produksi audiovisual
Tempo juga mengembangkan bisnis konten kreatif melalui sejumlah unit, termasuk TV Tempo dan Rombak Media. Perusahaan turut mendirikan PT Layar Berkembang Senantiasa atau Pal8 Pictures pada 2025 sebagai perusahaan film di bawah naungan TV Tempo. Pal8 Pictures diarahkan untuk mengadaptasi karya jurnalistik Tempo menjadi film panjang. Salah satu proyek yang dikembangkan adalah film Laut Bercerita yang diangkat dari novel karya Leila S. Chudori. Selain itu, Tempo mengembangkan produk siniar dan konten digital untuk memperluas jangkauan audiens serta sumber pendapatan di luar iklan dan media cetak. Baca Juga: Haji Isam Borong Saham PACK: Intip Profil Emiten Industri Kemasan dan KinerjanyaKinerja Keuangan TMPO Terbaru
Berdasarkan laporan keuangan interim yang berakhir pada 30 September 2026, pendapatan usaha TMPO mencapai Rp123,83 miliar. Angka tersebut turun sekitar 4,99% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp130,34 miliar. Penurunan pendapatan turut menekan laba kotor perseroan. TMPO membukukan laba kotor Rp47,37 miliar, lebih rendah dibandingkan Rp54,33 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.| Keterangan | Jan-Sep 2026 | Jan-Sep 2025 |
|---|---|---|
| Pendapatan usaha | Rp123,83 miliar | Rp130,34 miliar |
| Beban pokok pendapatan | Rp76,46 miliar | Rp76,01 miliar |
| Laba kotor | Rp47,37 miliar | Rp54,33 miliar |
| Rugi usaha | Rp4,51 miliar | Rp2,96 miliar |
| Beban keuangan | Rp3,96 miliar | Rp4,79 miliar |
| Rugi bersih | Rp6,12 miliar | Rp5,63 miliar |
| Rugi per saham | Rp5,89 | Rp4,95 |