Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Prioritaskan Keselamatan Jemaah Umrah RI di Arab Saudi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan untuk memprioritaskan keselamatan jemaah umrah asal Indonesia di Arab Saudi usai memanasnya situasi di Timur Tengah. 

Diketahui, situasi di Timur Tengah sedang memanas usai Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran. 

Berdasarkan laporan melalui Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH), tercatat sekitar 58.873 jemaah umrah Indonesia saat ini masih berada di Arab Saudi. 


"Kemenhaj terus berkoordinasi dengan instansi terkait, baik di dalam negeri maupun di Arab Saudi, untuk memastikan keamanan dan keselamatan jemaah umrah Indonesia tetap menjadi prioritas utama," ujar Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj Puji Raharjo dikutip dari laman resmi Kemenhaj, dikutip Senin (2/3/2026).

Pemerintah Indonesia lewat Kemenhaj terus memonitor perkembangan situasi yang terjadi di kawasan Timur Tengah dengan berkoordinasi secara intensif dengan perwakilan dan otoritas setempat.

Baca Juga: Konflik di Timur Tengah, Kemenhaj Catat 43.363 Jemaah Tertunda Keberangkatannya

Puji pun mengimbau jemaah umrah asal Indonesia tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). 

"Kami mengimbau kepada seluruh jemaah umrah agar tidak panik. Tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing untuk memperoleh informasi resmi dan terkini," ujar Puji. 

Selain kepada para jemaah, Kemenhaj juga meminta seluruh PPIU berkomunikasi dengan Kantor Urusan Haji (KUH), KJRI Jeddah, maupun KBRI Riyadh untuk memastikan setiap perkembangan. 

Pemerintah berkomitmen melindungi seluruh jemaah serta memastikan setiap penyesuaian kebijakan mempertimbangkan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan. 

Kemenhaj juga mengimbau kepada keluarga jemaah di Tanah Air agar tetap tenang apabila anggota keluarganya sedang menjalankan ibadah umrah di Arab Saudi.

Timur Tengah Memanas 

Diketahui, Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Israel dan Hizbullah terlibat aksi saling serang, sementara Amerika Serikat memperluas keterlibatannya dalam konflik dengan Iran. 

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan akan membalas kematian personel militer AS dan menyatakan bahwa konflik dengan Iran berpotensi berlangsung selama berminggu-minggu.

Selain itu, Amerika Serikat bersama sejumlah negara Arab mengutuk Iran atas rangkaian serangan yang ditujukan kepada negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah pasukan AS. 

Pernyataan bersama yang dirilis Departemen Luar Negeri AS bersama Bahrain, Yordania, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab menyebut tindakan tersebut sebagai perilaku sembrono dan destabilisasi.

Baca Juga: Surplus Dagang Indonesia US$ 950 Juta, AS Jadi Penopang Tapi Defisit China Membengkak

Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/03/02/12413651/timur-tengah-memanas-kemenhaj-prioritaskan-keselamatan-jemaah-umrah-asal-ri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News