KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Situasi geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel melakukan serangan terhadap Iran. Konflik memanas tersebut bisa berimbas kepada harga minyak global kembali meningkat, yang akhirnya bisa membebani anggaran belanja negara. Hal ini lantaran Indonesia masih banyak mengimpor bakar minyak (BBM). Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira Adhinegara memproyeksikan, harga minyak mentah dapat menembus US$ 100 hingga US$ 120 per barrel imbas konflik di Timur Tengah tersebut.
Timur Tengah Memanas, Lonjakan Harga Minyak Bisa Tambah Beban APBN hingga Rp 515 T
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Situasi geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel melakukan serangan terhadap Iran. Konflik memanas tersebut bisa berimbas kepada harga minyak global kembali meningkat, yang akhirnya bisa membebani anggaran belanja negara. Hal ini lantaran Indonesia masih banyak mengimpor bakar minyak (BBM). Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira Adhinegara memproyeksikan, harga minyak mentah dapat menembus US$ 100 hingga US$ 120 per barrel imbas konflik di Timur Tengah tersebut.
TAG: