KONTAN.CO.ID - DOHA. Eskalasi geopolitik di Timur Tengah kembali mencapai titik didih. Enam negara Arab secara resmi memperbarui kecaman keras terhadap rentetan serangan langsung maupun melalui proksi yang dilancarkan oleh Iran di kawasan. Dalam pernyataan bersama yang dirilis di Doha (25/3), negara-negara yang terdiri dari Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Arab Saudi, dan Yordania menyatakan bahwa aksi tersebut merupakan pelanggaran telanjang terhadap kedaulatan, integritas wilayah, serta hukum kemanusiaan internasional. Baca Juga: Trump: Pemimpin Iran Ingin Deal, Tapi Tak Berani Bicara Terbuka
Iran Tolak Proposal Negosiasi AS, Perang Iran Israel Picu Krisis Energi Global
© 2026 Konten oleh Kontan
Hak Membela Diri
Menghadapi ancaman yang terus mengintai, blok enam negara ini menegaskan posisi defensif yang agresif. Mereka menyatakan memiliki hak inheren untuk melakukan pembelaan diri sesuai dengan Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). "Kami berhak mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk menjaga kedaulatan, keamanan, dan stabilitas nasional, baik secara individu maupun kolektif," tegas pernyataan tertulis yang di unggah akun Kementerian Luar Negeri Qatar pada Kamis 23 Maret 2026 tersebut. Selain mengecam serangan fisik, aliansi ini juga mengutuk aktivitas sel-sel tidur (sleeper cells) loyal Iran dan organisasi teroris yang berafiliasi dengan Hizbullah. Mereka memberikan apresiasi tinggi kepada angkatan bersenjata dan lembaga intelijen masing-masing negara yang berhasil membongkar plot jahat serta menangkap sel-sel agen teroris yang berupaya mengguncang stabilitas kawasan.Iran Ancam Serang Kapal Induk USS Abraham Lincoln
© 2026 Konten oleh Kontan