KONTAN.CO.ID - TOKYO. Jepang kian menjauh dari doktrin pertahanan murni yang dianutnya sejak Perang Dunia II. Pemerintah di Tokyo tengah melaju cepat memperkuat kemampuan militernya, termasuk menggandakan belanja pertahanan, di tengah meningkatnya ketegangan dengan China dan dorongan Amerika Serikat agar sekutunya berperan lebih besar dalam keamanan kawasan Asia. Di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Sanae Takaichi yang dikenal berhaluan keras dalam isu pertahanan, Jepang menargetkan anggaran militer lebih dari 9 triliun yen atau sekitar US$ 58 miliar pada tahun anggaran 2026. Anggaran ini menjadi yang terbesar sepanjang sejarah Jepang dan akan digunakan untuk memperkuat kemampuan serangan balasan, pertahanan pesisir, serta pengembangan rudal jelajah dan sistem persenjataan nirawak.
Tinggalkan Doktrin Bela Diri, Jepang Gandakan Belanja Militer untuk Hadapi China
KONTAN.CO.ID - TOKYO. Jepang kian menjauh dari doktrin pertahanan murni yang dianutnya sejak Perang Dunia II. Pemerintah di Tokyo tengah melaju cepat memperkuat kemampuan militernya, termasuk menggandakan belanja pertahanan, di tengah meningkatnya ketegangan dengan China dan dorongan Amerika Serikat agar sekutunya berperan lebih besar dalam keamanan kawasan Asia. Di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Sanae Takaichi yang dikenal berhaluan keras dalam isu pertahanan, Jepang menargetkan anggaran militer lebih dari 9 triliun yen atau sekitar US$ 58 miliar pada tahun anggaran 2026. Anggaran ini menjadi yang terbesar sepanjang sejarah Jepang dan akan digunakan untuk memperkuat kemampuan serangan balasan, pertahanan pesisir, serta pengembangan rudal jelajah dan sistem persenjataan nirawak.
TAG: