KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026 mencatat, tingkat literasi sektor sektor perasuransian mencapai 42,84%. Angkanya terbilang menurun dibandingkan SNLIK Tahun 2025 yang sebesar 45,45%. Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dicky Kartikoyono mengatakan salah satu penyebabnya karena makin luasnya cakupan survei yang dilakukan pada SNLIK 2026 dibandingkan SNLIK 2026. Dicky menerangkan terdapat 10.800 responden pada SNLIK 2025, sedangkan terdapat 75.000 responden pada SNLIK 2026. "Selain itu, ruang cakupannya pada SNLIK di 514 kabupaten dan kota, sehingga menghasilkan indeks yang tidak hanya pada level nasional, tetapi sampai ke tingkat provinsi. Hal itu tentunya berbeda dengan SNLIK 2025 yang hanya mencakup 120 kabupaten dan kota," ujarnya dalam jawaban RDK OJK, Rabu (16/9/2026).
Tingkat Literasi Perasuransian Menurun pada SNLIK 2026, Ini Penjelasan OJK
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026 mencatat, tingkat literasi sektor sektor perasuransian mencapai 42,84%. Angkanya terbilang menurun dibandingkan SNLIK Tahun 2025 yang sebesar 45,45%. Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dicky Kartikoyono mengatakan salah satu penyebabnya karena makin luasnya cakupan survei yang dilakukan pada SNLIK 2026 dibandingkan SNLIK 2026. Dicky menerangkan terdapat 10.800 responden pada SNLIK 2025, sedangkan terdapat 75.000 responden pada SNLIK 2026. "Selain itu, ruang cakupannya pada SNLIK di 514 kabupaten dan kota, sehingga menghasilkan indeks yang tidak hanya pada level nasional, tetapi sampai ke tingkat provinsi. Hal itu tentunya berbeda dengan SNLIK 2025 yang hanya mencakup 120 kabupaten dan kota," ujarnya dalam jawaban RDK OJK, Rabu (16/9/2026).