Tingkatkan Aspek Managemen Resiko, Ini Langkah Waskita Beton (WSBP)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) terus mendorong  penerapan governance, risk, and compliance (GRC) atau tata kelola, risiko, dan kepatuhan. Aspek ini dinilai kunci penting dalam memdorong pertumbuhan perseroan secara berkelanjutan.

Sejak 2016, WSBP telah menerapkan enterprise risk management (ERM) yang meliputi tata kelola dan budaya risiko, strategi manajemen risiko, pedoman dan prosedur manajemen risiko, infrastruktur manajemen risiko, proses manajemen risiko, serta komunikasi dan pemantauan proses manajemen risiko.

Director Keuangan dan Managemen Resiko WSBP Asep Mudzakir mengatakan, manajemen risiko dapat meningkatkan nilai bagi pemegang saham dan memberikan gambaran komprehensif kepada pemangku kepentingan maupun pengelola perusahaan mengenai peluang dan risiko yang dihadapi.

Implementasi managemen resiko dilakukan beberapa tahap, yaitu developing, managed, dan established.

Baca Juga: Waskita Beton Precast (WSBP) Suplai Produk Precast untuk KEK Tanjung Lesung

“Kami memiliki target pada implementasi ERM ini hingga 2026 mendatang dengan target rata-rata atas Pilar ERM sebesar 4,17,” ujarnya dalam keterangan resminya, Rabu (11/1).

Asep menjelaskan, pihaknya melakukan beberapa strategi untuk menempatkan target implementasi ERM. Hal ini juga dilakukan dengan mendukung penerapan manajemen risiko di lingkungan WSBP.

Pertama, meningkatkan pencapaian tingkat risk maturity WSBP. Terdapat peningkatan risk maturity WSBP dari semula 3,02 pada 2020 menjadi 3,20 pada 2021.

Kedua, pemutakhiran pedoman dan prosedur manajemen risiko secara berkala sesuai dengan tuntutan dari stakeholder, serta perubahan lingkungan perusahaan baik secara internal maupun eksternal.

Ketiga, pemrosesan risk control self assessment (RCSA) sudah dilakukan melalui platform aplikasi Waskita Risk Management (WaRM) dengan berbasis katalog risiko.

Asep menambahkan, WSBP juga melakukan control assessment pada setiap periode pelaksanaan RCSA pada aplikasi WaRM. Hal tersebut dilakukan sebagai dukungan untuk mempercepat implementasi penerapan risk-based audit (RBA) perusahaan.

Lalu, WSBP menguatkan integrasi tata kelola dan manajemen risiko dalam proses pengambilan keputusan proyek manufaktur dan konstruksi melalui penerapan proses pre-screening, project risk scoring, dan total risk exposure.

Baca Juga: Waskita Beton (WSBP) Tingkatkan Implementasi Sistem Teknologi IT

Tak hanya itu, WSBP juga meningkatkan prinsip kehatian-hatian melalui penerapan four eyes principle dalam pelaksanaan Komite Manajemen Risiko Kegiatan Manufaktur dan Konstruksi.

Menurut Asep, penerapan high level guidance pada kegiatan manufaktur, konstruksi, dan investasi, serta prinsip four eyes principles dan kriteria kelayakan minimal menjadi salah satu faktor keberhasilan WSBP dalam mengimplementasikan GRC bagi internal perusahaan.

Dengan berbagai target dan strategi yang dijalankan tersebut, WSBP berhasil meraih Best Risk Management Implementation dari Waskita Transformation Awards 2023.

Asep mengatakan, WSBP ke depan akan fokus meningkatkan kapabilitas organisasi serta kompetensi dan keahlian manajemen risiko.

“WSBP akan terus menjaga penetapan key risk indicator (KRI), mengembangkan platform WaRM, meningkatkan konsistensi risk awareness, dan lain-lain," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto