Tingkatkan Efisiensi Operasional, Industri Hotel Mulai Andalkan Kecerdasan Buatan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai merambah operasional industri perhotelan. Teknologi ini antara lain untuk menangani interaksi dengan pelanggan hingga membaca tingkat kepuasan tamu.

PRISM misalnya. Perusahaan induk jaringan hotel OYO ini,, mulai memanfaatkan teknologi AI untuk mendukung operasional layanan pelanggan di Indonesia. Perusahaan tersebut menggunakan AI Voice Agent dari AI Rudder untuk mengotomatisasi proses verifikasi pelanggan dan sejumlah interaksi layanan rutin.

Teknologi itu memungkinkan sebagian interaksi dengan pelanggan melalui percakapan suara berbasis AI. Penggunaan teknologi ini untuk membantu perusahaan menangani volume interaksi yang meningkat. Terutama ketika tingkat pemesanan tinggi.


Selain layanan suara, PRISM memanfaatkan AI untuk mengolah hasil survei pelanggan dalam jumlah besar. Data tersebut  untuk mengidentifikasi tren, menemukan permasalahan yang berulang, mengukur kepuasan pelanggan, serta menjadi bahan evaluasi layanan.

Baca Juga: Castrol: Biaya Pelumas 3%-4% dari Operasional, Pengelolaan Buruk Ancam Beban Usaha

Country Head PRISM Indonesia, Abhijeet Singh mengatakan, penggunaan AI menjadi salah satu bagian dari investasi teknologi perusahaan seiring dengan pertumbuhan bisnisnya di Indonesia.

“Pemanfaatan solusi berbasis AI memungkinkan kami meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mempertahankan layanan pelanggan yang cepat, konsisten dan personal,” ujar Abhijeet, dalam keterangannya, Jumat (11/9)

Menurut dia, kolaborasi dengan AI Rudder juga menjadi bagian dari transformasi digital PRISM dalam mengelola layanan pelanggan di jaringan propertinya.

Sementara itu, Regional Senior Sales Director AI Rudder, Frank Cho mengatakan, teknologi berbasis suara tersebut  untuk membantu perusahaan menangani interaksi pelanggan dalam skala lebih besar.

"Kolaborasi ini memanfaatkan AI untuk meningkatkan customer engagement dan efisiensi operasional dalam skala besar,” kata Frank.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News