Tingkatkan Ekspor Produk Pertanian Unggulan, Kementan Siap Dampingi Petani Milenial



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong peningkatan produksi pertanian unggulan, utamanya dengan melibatkan petani milenial. Salah satunya dengan memberikan pelatihan dan sinergi.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan sinergitas menjadi penting dalam pelaksanaan program di Kementan. Dengan sinergitas, maka pembangunan pertanian diharapkan lebih baik.

"Mari berikan pelayanan yang prima, peningkatan kinerja pelayanan, dan bekerja sama membentuk jejaring kerja agar program pembangunan pertanian ke depan dapat dilaksanakan sesuai tujuan  yang diharapkan," tegas ujar Syahrul dalam siaran pers, Kamis (16/2).


Baca Juga: Kementan Dorong Pengembangan Bebek Petelur untuk Berwirausaha

Untuk itu, Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor (Polbangtan) kembali melakukan inovasi dengan Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok perihal kerjasama Pendampingan Petani Milenial terhadap Ekspor Produk Pertanian di Wilayah Program YESS PPIU Jawa Barat.

Salah satu program Balai Besar Karantina Pertanian adalah mendampingi petani milenial untuk mengenal produk ekspor melalui kunjungan ke Polbangtan Bogor.

Direktur Polbangtan Bogor Syaifudin Anwar menyambut dan mendampingi para petani milenial ini. Ia juga menyambut positif program kerjasama dengan petani milenial dalam upaya meningkatkan peran petani milenial dalam meningkatkan produksi ekspor komoditas pertanian unggulan, utamanya yang ada di Jawa Barat.

Baca Juga: Upaya Kementan Memaksimalkan Pendampingan Bagi Petani Milenial

Diharapkan kerjasama ini segera diimplementasikan. Terutama juga di perguruan tinggi sehingga dapat diperluas dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi yang memberikan manfaatkan bagi mahasiswa untuk makin mengenal dunia pertanian dan menjadi petani milenial.

Sementara itu, perwakilan Balai Besar Karantina Pertanian, Duma Sari menyampaikan maksud kerjasama Pendampingan Petani Milenial terhadap Ekspor Produk Pertanian berupa bimbingan teknis dan sosialisasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli