Tingkatkan kepercayaan investor, Facebook buyback saham US$ 9 miliar



KONTAN.CO.ID - SAN FRANCISCO. Perusahaan social media terbesar Facebook berencana melakukan pembelian kembali atau buyback saham senilai US$ 9 miliar. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan diri investor di saat tren harga saham mengalami penurunan.

Pembelian kembali saham ini tidak ada batas waktu. “Batas waktu dan jumlah saham yang dibeli tergantung dari beberapa faktor salah satunya harga, bisnis secara umum dan kondisi market,” tulis Facebook ke U.S. Securities and Exchange Commission (SEC), Jumat (7/12).

Mengutip Bloomberg, sejak awal tahun saham Facebook mengalami penurunan 40%. Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal ini. Salah satunya isu penyalahgunaan data pengguna.


Selain itu, penurunan harga saham ini juga seiring dengan proyeksi pertumbuhan bisnis dan margin keuntungan pada tahun depan yang melambat. Facebook juga sedang menghadapi titik jenuh dari bisnis utamanya dan membutuhkan waktu untuk mengeksplore bisnis baru.

Sebagai gambaran saja, program buyback ini dimulai perusahaan dari 2017. Ketika itu manajemen memutuskan untuk melakukan program pembelian kembali sebanyak US$ 15 miliar saham. Program pembelian kembali saham dari 2017 ini dilakukan ke saham jenis A dengan tidak ada batas waktu.

Seiring dengan pembelian kembali ini harga saham Facebook tercatat sempat naik 1,4 persen pada penutupan Jumat (7/12). Pada jumat harga saham Facebook ditutup di angka US$ 137,42.

Facebook beberapa waktu terakhir memang menjadi perhatian beberapa pihak di Amerika Serikat dan di beberapa negara lain. Hal ini seiring dengan pelanggaran praktik privasi dan manipulasi atas platformnya.

Mengutip Business Insider, penegak hukum Inggris juga sedang menginvestigasi Facebook terkait dengan penggunaan 87 juta pengguna facebook untuk bahan penelitian Cambridge Analytica. Penyalahgunaan data ini diduga merupakan salah satu faktor yang membuat Presiden Amerika Serikat Donald Trump menang dalam pemilihan presiden beberapa waktu lalu.

Dari laporan terakhir tercatat pendaftar baru facebpok mengalami penurunan di Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir terutama disebabkan karena generasi muda. Namun dua bisnis utama Facebook lain yaitu Instagram dan Whatsapp berhasil meredam efek dari penurunan bisnis utama.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie