KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah daya beli masyarakat yang tengah cenderung tertekan, isu ketahanan finansial menjadi salah satu isu yang krusial. Tingginya inklusi keuangan dan literasi keuangan ternyata masih tidak menjamin terciptanya ketahanan finansial. Kondisi ini terutama kian terlihat pasca pandemi Covid-19 silam. “Setelah dilakukan observasi, penelitian, dan setelah kita mengalami pandemi Covid-19, terlihat bahwa meski seseorang telah memiliki rekening, sudah menggunakan layanan keuangan, belum tentu dia lebih sejahtera,” papar Djauhari Sitorus, Manager Proyek Promise to Impact International Labor Organization (ILO), Kamis (15/10). Bahkan, Djauhari menambahkan, muncul situasi di mana orang-orang yang memiliki akses ke pinjaman secara online akhirnya mencari pinjaman online. Namun, pinjaman tersebut akhirnya berubah menjadi utang yang tidak bisa dibayar.
Tingkatkan Ketahanan Finansial, ILO Mendorong Penciptaan Pekerjaan Layak
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah daya beli masyarakat yang tengah cenderung tertekan, isu ketahanan finansial menjadi salah satu isu yang krusial. Tingginya inklusi keuangan dan literasi keuangan ternyata masih tidak menjamin terciptanya ketahanan finansial. Kondisi ini terutama kian terlihat pasca pandemi Covid-19 silam. “Setelah dilakukan observasi, penelitian, dan setelah kita mengalami pandemi Covid-19, terlihat bahwa meski seseorang telah memiliki rekening, sudah menggunakan layanan keuangan, belum tentu dia lebih sejahtera,” papar Djauhari Sitorus, Manager Proyek Promise to Impact International Labor Organization (ILO), Kamis (15/10). Bahkan, Djauhari menambahkan, muncul situasi di mana orang-orang yang memiliki akses ke pinjaman secara online akhirnya mencari pinjaman online. Namun, pinjaman tersebut akhirnya berubah menjadi utang yang tidak bisa dibayar.
TAG: