Tingkatkan Portofolio EBT, UNTR Tambah Kepemilikan Saham di Arkora Hydro (ARKO)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT United Tractors Tbk (UNTR) melalui PT Energia Prima Nusantara atau EPN resmi menambah kepemilikan saham di PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) yang merupakan operator Pembangkit Listrik Mini Hydro (PLTM). 

Sekretaris Perusahaan United Tractors, Sara K. Loebis mengatakan, United Tractors Group menaruh investasi di Arkora untuk menambah portofolio di bisnis energi baru terbarukan (EBT). 

“Khususnya karena ARKO sudah memiliki sejumlah proyek yang baik di bidang tersebut,” jelasnya kepada Kontan.co.id, Senin (8/8). 


Baca Juga: Lewat United Tractors (UNTR), Astra Tambah Kepemilikan Saham di Arkora Hydro (ARKO)

Sara bilang, United Tractors bermaksud terus meningkatkan kompetensi pada lingkup EBT hydro dan rooftop solar PV, dan terbuka menjajaki potensi EBT lainnya seperti PLTS Terapung (floating solar panel), geothermal, waste to energy dan pembangkit listrik tenaga bayu.

Sementara ini, Sara mengakui, pihaknya belum ada agenda khusus setelah aksi korporasi ini. Dia menyebut, United Tractors mengikuti rencana dan strategi yang sudah dijalankan ARKO. 

Direktur Utama ARKO, Aldo Henry Artoko mengemukakan, bahwa sudah diterima informasi dari pemegang saham ACEI, telah dilakukannya penandatanganan perjanjian jual beli (CSPA) antara Energia Prima Nusantara dan ACEI Singapore (penjual) untuk menambah kepemilikan Energia Prima Nusantara melalui pembelian saham ARKO yang dimiliki oleh ACEI Singapore sebesar 21,61%.

“Transaksi penambahan kepemilikan saham di ARKO dilakukan Grup Astra melalui anak perusahaannya, yaitu UNTR. Total nilai transaksi pembelian mencapai Rp 176,5 miliar, sehingga total kepemilikan Grup Astra melalui UNTR di ARKO bertambah menjadi sebesar 31,49%,” katanya dalam siaran pers, Senin (8/8/2022).

Menurut Aldo, transaksi penambahan kepemilikan saham ini sangat penting bagi Arkora. Itu karena Grup Astra dan ARKO memiliki visi-misi yang sama dalam pengembangan energi baru terbarukan untuk Indonesia.

Dengan masuknya Grup Astra ke dalam ARKO, ARKO yakin bisa lebih mempercepat perkembangan energi baru terutama untuk mendapatkan proyek-proyek yang berskala besar dengan kapasitas di atas 25 MW per project guna merealisasikan visi perusahaan, yaitu untuk meningkatkan bauran energi terbarukan di Indonesia melalui pengembangan potensi potensi tenaga air di Tanah Air. “Harapan ini tentunya didukung oleh kemampuan teknis, keuangan dan fundamental ARKO yang kuat,” ungkap Aldo.

 
UNTR Chart by TradingView

Transaksi ini mendatangkan banyak manfaat bagi ARKO. ARKO bisa masuk ekosistem perusahaan yang sudah mature dengan corporate culture yang baik dan bisa bertumbuh besar lebih cepat lagi. “Kami bisa memanfaatkan resource dari Grup Astra / United Tractor untuk keperluan perkembangan perusahaan di masa depan,” katanya. 

Selain itu, transaksi ini juga merupakan validasi bagi ARKO sebagai perusahaan berkembang yang mempunyai fundamental kokoh, GCG yang baik dan prospek usaha yang kuat. Itu dibuktikan dengan perusahaan peringkat atas seperti Astra Group melalui UT (United Tractor) bisa memutuskan untuk masuk menjadi pemegang saham ARKO.

Tidak cuma itu, menurut Aldo, dengan partnership ini, ARKO memiliki akses yang lebih baik ke pembiayaan untuk proyek yang lebih besar dan penerapan GCG yang lebih baik untuk ARKO.

Aldo menambahkan, ARKO menyiapkan belanja modal Rp 200 miliar – Rp 250 miliar pada 2022 untuk pembangkit listrik tenaga air. “Kami juga berencana membelanjakan modal untuk proyek energi terbarukan lainnya, yaitu Arkora Tenaga Matahari sekitar Rp 20 miliar di 2022,” jelas Aldo.

Aldo mengemukakan, ARKO saat ini mengoperasikan 17,4 MW pembangkit listrik ramah lingkungan dan sedang membangun 15,4 MW pembangkit listrik tenaga air. ARKO juga sudah memiliki proyek2 di masa depan yang siap di kembangkan untuk di bangun dengan total kapasitas sampai 50 MW.

Baca Juga: Kembangkan Bisnis Sustainable, UNTR Dorong Pengembangan Pembangkit EBT

Perusahaan juga sedang mengincar proyek2 pembangkit listrik tenaga air dengan kapasitas di atas 25 MW per project untuk di kembangkan 3-4 tahun ke depan.

“Dengan sudah sejalannya dengan pemerintah Indonesia dan dunia global mengenai Renewable Energy, kemampuan team atau human resource yang kompeten dan berdedikasi tinggi ditambah dengan adanya partner seperti United Tractor / Astra Group, kami sangat optimis dengan prospek ARKO di masa depan.” kata Aldo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .