Tips Investasi 2026, Hindari Investasi Berbasis FOMO



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Tahun baru Imlek saat ini memasuki Tahun Kuda Api. Investor diminta untuk tidak berinvestasi dengan berbasis Fear of Missing Out (FOMO) atau takut ketinggalan tren.   

Angelina Fang, Co-Founder Feng Shui Consulting Indonesia menekankan bahwa tahun Kuda Api membawa energi emosional yang tinggi, mulai dari optimisme, ambisi, hingga ego. “Dalam konteks investasi, energi ini sering tercermin dalam keputusan yang terlalu agresif atau kecenderungan mengikuti tren tanpa pertimbangan matang,” ujar Angelina dalam keterangan resminya, Selasa (17/2/2026). 

Angelina menyarankan agar Masyarakat atau investor jangan berinvestasi hanya karena “semua orang ikut. Pahami risikonya, bukan hanya potensi keuntungannya. Serta tetapkan target dan batas kerugian sejak awal untuk menjaga disiplin. Di tahun Kuda Api, kemampuan mengendalikan diri menjadi aset berharga. 


Baca Juga: Jelang Jatuh Tempo, TAFS Sediakan Dana Pelunasan Obligasi Rp 371,52 Miliar

Adapun untuk pebisnis, investasi terbaik ada pada eksekusi. Bagi pemilik bisnis maupun profesional, investasi di 2026 tidak selalu identik dengan produk keuangan. Tahun ini justru menjadi momentum ideal untuk berinvestasi pada hal-hal yang memperkuat fondasi bisnis, seperti peningkatan efisiensi operasional, digitalisasi proses kerja, penguatan tim, kultur, dan kepemimpinan. 

“Baik dalam perspektif ekonomi modern maupun Feng Shui, 2026 bukan tentang rencana besar tanpa tindak lanjut, melainkan hasil nyata dari langkah yang konsisten dan dijalankan dengan disiplin,” terang Angelina. 

Christiaan Tuntono, Ekonom Senior Allianz Global Investors melihat dalam ekonomi Asia, pertumbuhan tahun 2026 diperkirakan selektif. Artinya, tidak semua sektor atau aset akan naik bersamaan. 

Sejalan dengan energi Kuda Api, investor disarankan memilih instrumen atau bisnis yang sudah punya fundamental kuat, arus kas jelas & model bisnisnya dipahami. 

“Fokus pada sektor teknologi dan artificial intelligence (AI), karena revolusi AI akan tetap menjadi pendorong utama sepanjang 2026, tidak hanya di raksasa teknologi AS, tetapi juga di pusat?pusat inovasi di Asia dan Eropa,” kata Christiaan.

Baca Juga: Indeks Dolar AS Menguat Terseret Sentimen Geopolitik

Selanjutnya: RUU Keuangan Negara Berpotensi Lemahkan Jangkar Fiskal Indonesia

Menarik Dibaca: Jadwal Imsakiyah Kota Kediri Ramadan 2026 Lengkap

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: