Titik Panas Karhutla di Papua Selatan Melonjak 66%, BNPB Kerahkan 46 Armada Udara



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton S.P. Panjaitan menyampaikan bahwa titik panas akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Papua Selatan meningkat 66 persen.

Secara keseluruhan, BNPB mencatat lonjakan kasus karhutla telah mencapai 1.468 titik panas (hotspot) dengan total 2.645 hektare lahan yang sedang dalam penanganan.

"Titik panas terbanyak ada di Kalimantan Tengah dan Papua Selatan. Kalimantan Tengah naik 20 persen, sedangkan Papua Selatan melonjak 66 persen," kata Berton, dalam konferensi pers secara daring yang disiarkan melalui YouTube BNPB, Jumat (6/11/2026).


Baca Juga: Elektrifikasi Bus di Daerah Terkendala Data, ITDP Memperkenalkan E-Bus Hub

Sementara itu, tiga provinsi diklaim mengalami penurunan, yakni Kalimantan Timur turun 2 persen, Kalimantan Selatan turun 31 persen, serta Sulawesi Tengah turun 37 persen.

"Penanganan di lapangan masih terus berjalan. Dari udara, helikopter terus menjatuhkan air. Di darat, petugas terus berjaga dan memadamkan api. Kami akan terus memantau dan melaporkan perkembangannya," kata Berton.

Penanganan karhutla di Sulawesi Tengah, khususnya di Kabupaten Banggai Kepulauan, karhutla dilaksanakan di dua kecamatan, yakni Kecamatan Peleng Tengah dan Kecamatan Tinangkung Selatan.

"Kondisi terkini, petugas gabungan masih melakukan pemadaman di mana lahan terbakar tercatat sebanyak 44,25 hektar," tutur dia.

Baca Juga: Cadangan Devisa Indonesia Oktober 2026 Naik Jadi US$ 146,8 Miliar

Berton mengatakan, BNPB mengerahkan 46 unit alutsista udara di 12 provinsi pada 5 November 2026. Armada tersebut terdiri atas 18 pesawat patroli dan operasi modifikasi cuaca serta 28 helikopter untuk melakukan water bombing.

"32 unit berasal dari BNPB, 10 unit berasal dari TNI, 4 unit berasal dari pihak lain di mana masing-masing satu berasal dari Kementerian Kehutanan, Pemda, PT Sinar Mas, dan PT LNG," kata dia.

Di Kalimantan Timur, penanganan karhutla juga mendapat dukungan pesawat Hercules C-130 milik Australia. Pesawat tersebut mulai menjalankan operasi pemadaman pada 6 November 2026.

"Berdasarkan laporan tim BNPB di Kalimantan Timur, hingga pukul 15.00 Waktu Indonesia Bagian Barat, pesawat tersebut melaksanakan tiga kali penjatuhan air atau water bombing dengan area operasi di Kota Samarinda," ujar Berton.

Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/11/06/18502371/bnpb-titik-panas-akibat-karhutla-di-papua-selatan-naik-66-persen.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News