TKD Turun, Jamkrida Sumbar Genjot Penjaminan Produktif dan UMKM



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penurunan pagu transfer ke daerah (TKD) pada 2026 menjadi tantangan bagi perusahaan penjaminan daerah, termasuk PT Penjaminan Kredit Daerah Provinsi Sumatera Barat (Perseroda) atau Jamkrida Sumbar.

Pada 2026, pagu TKD ditetapkan sebesar Rp 696,9 triliun, turun signifikan dibandingkan pagu 2025 yang mencapai Rp 849 triliun.

Baca Juga: IFG Perkuat Ekosistem Perlindungan Hunian di Danantara Housing Expo 2026


Di tengah keterbatasan tersebut, Jamkrida Sumbar menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga dan mendorong pertumbuhan bisnis.

Direktur Utama Jamkrida Sumbar Ibnu Fadhli mengatakan, perseroan tidak hanya mengandalkan produk penjaminan nonproduktif yang bersumber dari belanja pemerintah daerah sebagai sumber pertumbuhan.

“Jamkrida Sumbar terus mendorong pasar penjaminan, terutama pada sektor produktif serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM),” ungkap Ibnu kepada Kontan, Jumat (28/8/2026).

Menurut Ibnu, salah satu strategi yang ditempuh adalah memperkuat kerja sama dengan perbankan dan lembaga keuangan. Perseroan juga terus meningkatkan penetrasi pada segmen UMKM.

Baca Juga: Bank BJB Tawarkan Cashback untuk Pemesanan Sukuk Ritel SR025

Selain itu, Jamkrida Sumbar mengembangkan produk penjaminan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar.

Perseroan juga berupaya meningkatkan kualitas pelayanan serta mempercepat proses penjaminan.

Ibnu menegaskan, ekspansi bisnis tetap dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Bagi Jamkrida Sumbar, pertumbuhan tidak semata-mata diukur dari peningkatan volume penjaminan. Perseroan juga memperhatikan kualitas portofolio agar pertumbuhan bisnis dapat berlangsung secara sehat dan berkelanjutan.

Penjaminan Capai Rp 1,43 Triliun

Dari sisi kinerja, berdasarkan data internal perusahaan hingga Juli 2026, nilai penjaminan Jamkrida Sumbar telah mencapai Rp 1,43 triliun.

Sementara itu, perolehan Imbal Jasa Penjaminan (IJP) tercatat sebesar Rp 62,58 miliar.

Baca Juga: BTN Salurkan 1.517 KPR Subsidi di Jambi hingga Juni 2026

Ibnu mengatakan, capaian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas bisnis penjaminan masih berjalan di tengah berbagai tantangan ekonomi dan keterbatasan TKD.

Ia juga melihat peluang pertumbuhan bisnis masih terbuka hingga akhir 2026.

“Di tengah berbagai tantangan ekonomi dan keterbatasan TKD, aktivitas bisnis penjaminan tetap berjalan. Kami masih melihat peluang pertumbuhan hingga akhir tahun,” ujar Ibnu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News