TLKM Tegaskan Rencana Sewa Graha Merah Putih ke BGN Masih Dibahas



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten pelat merah, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menegaskan rencana pemanfaatan atau penyewaan Gedung Graha Merah Putih oleh Badan Gizi Nasional (BGN) masih dalam tahap pembahasan.

SVP Corporate Secretary Telkom Indonesia, Edie Kurniawan, menjelaskan, BGN telah menyampaikan surat permintaan penyewaan ruang perkantoran di GMP kepada PT Telkom Landmark Tower, anak usaha TLKM yang mengelola operasional gedung tersebut.

“BGN telah menyampaikan surat kepeminatan penyewaan perkantoran di gedung Graha Merah Putih kepada PT Telkom Landmark Tower dan telah melakukan survey awal (preliminary survey),” tulisnya dalam keterbukaan informasi, Kamis (10/9/2026). 


Baca Juga: Cek Rekomendasi Saham Telkom Indonesia (TLKM) Usai Rilis Kinerja 2025

Saat ini, kata Eddie, TLKM, PT Telkom Landmark Tower dan BGN masih membahas proses kerja sama, termasuk persyaratan administrasi, ketentuan teknis dan prosedur yang diperlukan untuk pelaksanaan penyewaan area sesuai ketentuan berlaku serta kesepakatan para pihak.

Dia bilang belum ada target waktu penyelesaian transaksi. Pasalnya, proses kerja sama masih berjalan sehingga ketiga pihak masih mendiskusikan berbagai persyaratan yang diperlukan sebelum transaksi dapat direalisasikan.

“Saat ini Telkom, PT Telkom Landmark Tower sebagai pengelola GMP dan Gedung Graha Merah Putih masih berdiskusi terkait target waktu penyelesaian transaksi mengingat proses kerjasama masih berlangsung,” jelasnya. 

Selain waktu penyelesaian, ruang lingkup penyewaan juga belum ditetapkan. Bagian dan luas Gedung Graha Merah Putih yang akan digunakan BGN masih dalam proses diskusi dan survei lapangan, sementara jangka waktu sewa juga masih dibahas secara internal oleh BGN.

Baca Juga: BEI Telah Lakukan Dengar Pendapat dengan Manajemen Telkom Indonesia (TLKM)

Adapun nilai sewa maupun nilai transaksi belum dapat dipastikan. Edie menyebut nilai tersebut masih dalam proses identifikasi berdasarkan kebutuhan area yang nantinya akan disewa oleh BGN.

Termasuk fasilitas dan layanan tambahan yang berpotensi diberikan TLKM kepada BGN masih dalam pembahasan. Eddie bilang layanan itu nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan area dan operasional BGN serta kemampuan TLKM.

Dari sisi kontribusi ke kinerja, TLKM juga belum menghitung dampak transaksi terhadap pendapatan, laba maupun arus kas. Perhitungan masih berlangsung seiring pembahasan nilai sewa dan kebutuhan area yang akan digunakan.

“Diskusi dan perhitungan terkait nilai sewa dan/atau nilai transaksi sedang berlangsung, sehingga perhitungan estimasi kontribusi transaksi masih dalam proses,” kata Edie.

 
TLKM Chart by TradingView

Selain penyewaan ruang, Edie menyebut peluang kerja sama lain dengan BGN masih terbuka. Penjajakan dapat mencakup kebutuhan di luar ruang perkantoran sesuai dengan kebutuhan BGN dan perkembangan pembahasan para pihak.

Baca Juga: Pefindo Tetapkan Peringkat idAAA untuk Telkom Indonesia (TLKM), Prospek Stabil

Di sisi lain, optimalisasi Gedung Graha Merah Putih juga berkaitan dengan penataan ulang lokasi kerja sejumlah unit internal TLKM yang sebelumnya tersebar di beberapa lokasi Jakarta. Unit tersebut mencakup sejumlah direktorat serta anak usaha dan entitas asosiasi.

Relokasi tersebut akan mengoptimalkan aset gedung milik TLKM, antara lain Telkom Landmark Tower dan gedung Witel TLKM di wilayah Jabodetabek. Namun, estimasi biaya relokasi dan dampaknya terhadap operasional masih dalam proses analisis.

Untuk mekanisme transaksi, TLKM memastikan kerjasama penggunaan aset akan mengikuti persetujuan berjenjang berdasarkan jangka waktu dan nilai transaksi. Penentuan harga sewa juga akan menggunakan penilaian nilai wajar oleh KJPP independen.

“Penentuan harga sewa akan menggunakan mekanisme penilaian (nilai wajar) oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) independen (independent appraisal) yang akan disepakati oleh kedua belah pihak,” jelas Edie.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News