Berawal dari produk gelang berbahan kulit sintetis, Tmade menjadi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menawarkan beragam produk suvenir untuk pernikahan hingga kebutuhan korporasi. Sejak 2020, bisnis yang dirintis Khantia Ridwan Dirgantara ini beradaptasi mengikuti perubahan permintaan pasar. KETIKA banyak usaha merunduk akibat pandemi Covid-19, Dirga, panggilan Khantia Ridwan Dirgantara, malah membuka pesanan untuk suvenir pernikahan. Awal merintis usaha, Tmade yang berbasis di Bandung, Jawa Barat, mengandalkan gelang berbahan limbah kulit yang bisa dikustomisasi dengan nama pelanggan. Namun, seiring waktu berjalan, produk tersebut tak lagi menjadi andalan. Dirga mulai mengembangkan suvenir berbahan kulit sintetis atau faux leather, yang menjadi basis utama produksi hingga saat ini. Ia memilih tidak terpaku pada satu jenis produk.
Tmade Merangkai Cuan dari Suvenir Pernikahan
Berawal dari produk gelang berbahan kulit sintetis, Tmade menjadi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menawarkan beragam produk suvenir untuk pernikahan hingga kebutuhan korporasi. Sejak 2020, bisnis yang dirintis Khantia Ridwan Dirgantara ini beradaptasi mengikuti perubahan permintaan pasar. KETIKA banyak usaha merunduk akibat pandemi Covid-19, Dirga, panggilan Khantia Ridwan Dirgantara, malah membuka pesanan untuk suvenir pernikahan. Awal merintis usaha, Tmade yang berbasis di Bandung, Jawa Barat, mengandalkan gelang berbahan limbah kulit yang bisa dikustomisasi dengan nama pelanggan. Namun, seiring waktu berjalan, produk tersebut tak lagi menjadi andalan. Dirga mulai mengembangkan suvenir berbahan kulit sintetis atau faux leather, yang menjadi basis utama produksi hingga saat ini. Ia memilih tidak terpaku pada satu jenis produk.
TAG: