KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perang di wilayah Timur Tengah (Timteng) sampai dengan saat ini masih belum menunjukkan tanda rampung. Sehingga dampak yang dirasakan selain negara yang tengah berkonflik juga ikut dirasakan. PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) pun menjadi salah satu pihak yang memantau perkembangan konflik geopolitik tersebut. Hal itu dilakukan untuk menjamin upaya ekspor mobil Toyota tetap terjaga. Vice President Director PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam mengatakan bahwa sampai dengan saat ini pemantauan konflik geopolitik masih dipantau secara ketat.
"Kami terus memantau secara seksama perkembangan situasi di Timur Tengah karena kondisi ini berpotensi menimbulkan berbagai dampak," ujar Bob kepada Kontan, Kamis (16/4/2026).
Baca Juga: Penutupan Selat Hormuz Berpotensi Ganggu Ekspor Mobil, TMMIN Waspada Bob menyebutkan bahwa ada sejumlah dampak yang akan dialami pada proses ekspor mobil Toyota jika perang masih berlangsung lama. Menurutnya, dampak yang terjadi dalam jangka pendek jika perang Timteng terus berlangsung adalah terjadinya gangguan pada jalur perdagangan dan logistik internasional. "Hal ini dapat menyebabkan penyesuaian rute pengiriman serta meningkatnya risiko dalam proses distribusi, yang berpotensi menimbulkan keterlambatan aktivitas ekspor dibandingkan kondisi normal," ucap Bob. "Sementara itu, dalam jangka panjang, apabila konflik terus meningkat, situasi ini dapat memengaruhi rantai pasok global, khususnya terkait material penting yang dibutuhkan oleh industri," jelasnya. Selanjutnya, Bob menuturkan jika dalam jangka menengah, lonjakan harga minyak global akan mempengaruhi stabilitas ekonomi negara-negara pengimpor. Kondisi ini berpotensi menurunkan daya beli dan berdampak pada permintaan kendaraan di pasar ekspor.
Baca Juga: Ekspor Mobil Toyota Meningkat 19% di Kuartal I-2026, Begini Alasannya Sebelumnya, Vice President Director PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam mengatakan bahwa selama bulan Januari hingga Maret 2026, ekspor kendaraan merek Toyota mencapai sekitar 73.154 unit, meningkat sebesar 11.678 unit atau sebesar 19% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 61.467 unit. "Kami mencatat bahwa kinerja ekspor kendaraan merek Toyota pada awal tahun 2026 menunjukkan tren yang positif. Sepanjang Januari hingga Maret 2026," ujar Bob Azam kepada Kontan, Kamis (16/4/2026). Bob menyebutkan bahwa tren positif ekspor tersebut karena adanya dorongan peningkatan permintaan pasar global.
"Kami melihat capaian ini sebagai awal yang baik dalam menjaga keberlanjutan kinerja ekspor sepanjang tahun 2026, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu basis produksi dan ekspor secara global," ungkap dia. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Toyota melalui data wholesales berhasil mengekspor kendaraan hingga 60.584 atau 29,0%.
Baca Juga: Toyota Astra Motor Berupaya Dongkrak Penjualan pada Akhir Tahun lewat Strategi Ini Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News