Toyota targetkan produksi 153.500 mobil di 2014



JAKARTA. PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menargetkan bisa memproduksi sekitar 153.500 unit mobil tahun ini. Produksi Toyota akan didominasi oleh Kijang Innova, Fortuner, dan Etios. Selain itu, tahun ini, TMMIN juga akan memproduksi Vios dan Yaris.

Bob Azam, Executive General Manager External Affairs PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia mengatakan dari total produksi TMMIN sebanyak 153.500 unit di tahun ini, rinciannya sebanyak 85.500 unit akan dialokasikan untuk penjualan domestik. Sedangkan sisanya sebanyak 68.000 unit.

Dari tiga produk andalan produksi Toyota, yakni Kijang Innova, Fortuner dan Etios, angka produksi tertinggi diproyeksikan masih akan dipegang Kijang Innova, yakni sekitar 75.000 unit di tahun ini.


Menurut Bob, tahun ini, TMMIN juga akan memproduksi Vios dan Yaris. Tapi, ia masih belum bisa memprediksi berapa besar volume produksinya. "Target produksi kedua produk itu baru bisa diprediksi sekitar Februari lantaran kurs dan harga terus bergerak," ujarnya kepada KONTAN, Minggu (5/1).

Lantaran penjualan di pasar domestik diprediksi bakal cenderung stagnan, Bob bilang, perusahaan akan menambah volume ekspor kendaraan di tahun ini. Sayangnya, Bob masih merahasiakan produk kendaraan yang akan digenjot ekspornya.

Berdasarkan data dari TMMIN, sepanjang Januari hingga November 2013, ekspor Toyota Innova sekitar 17.475 unit dan Toyota Fortuner sekitar 42.927 unit. Nah, untuk tahun ini, TMMIN menargetkan ekspor Toyota Innova sekitar 18.000 unit dan Fortuner 50.000 unit, sedangkan sedan hatchback Etios masih belum diekspor.

Menurut Bob, TMMIN masih akan fokus menggarap pasar di Timur Tengah dan beberapa negara di ASEAN untuk ekspor. Jika ada penambahan negara ekspor, TMMIN harus menunggu kebijakan dari pemerintah.

Catatan saja, selama Januari hingga November 2013, produksi kendaraan TMMIN tercatat sebanyak 147.789 unit. Angka ini naik sekitar 2,96% dibandingkan periode yang sama tahun 2012 yang sebanyak 143.527 unit. "Ada penambahan produksi sekitar 5.000 unit-6.000 unit di Desember 2013, tapi data pastinya belum ada," kata Bob.

Menurut Bob, di awal tahun ini, TMMIN juga berencana menyesuaikan harga jual produk. Ini merupakan dampak dari pelemahan rupiah terhadap dollar AS. Maklum, sebagian bahan baku produksi dibeli saat rupiah lesu. "Harga naik bertahap," katanya.

Perusahaan itu juga berencana menambah sekitar 200 karyawan lagi untuk memproduksi Yaris. "Kemarin, kami menambah 500 karyawan untuk Vios. Untuk Yaris butuh 200 karyawan," jelas Bob.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi