TNI tak akan selidiki penembakan LP Sleman



jAKARTA. Panglima TNI Laksamana Jenderal Agus Suhartono mengatakan institusinya tidak akan melakukan penyelidikan atas peristiwa penembakan di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Cebongan, Sleman, Yogyakarta. Menurutnya,karena penembakan tersebut tidak dilakukan anggota TNI maka penyelidikan juga merupakan bukan kewenangan TNI. Agus mengatakan TNI mempercayakan sepenuhnya investigasi kepada Polri.  "Itu kewenangan polisi," tegas Agus di Istana Merdeka, Senin (25/3). Menurutnya, penembakan di Lapas Sleman sejauh ini dilakukan oleh kelompok yang belum diketahui identitasnya.

Karena itu, Agus menolak jika disebut bahwa pelaku penembakan itu anggota Komando Pasukan Khusus (Kopasus). Ia mengatakan, masyarakat jangan buru-buru menyimbulkan bahwa  pelaku penembakan dari anggota TNI.

Agus mengatakan, sah-sah saja jika masyarakat menganalisis sendiri dan mengambil anggapan sendiri. Namun, ia mengajak agar masyarakat mempercayakan pengungkapan kasus penembakan itu kepada kepoilsian.  Namun, lanjut Agus,  kalau hasil penyelidikan kepolisian menemukan indikasi keterlibatan Kopassus, Agus berjanji TNI pasti akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Pramono Edhie juga mengungkapkan hasl senada. Ia bilang TNI tidak akan melakukan penyelidikan internal lantaran belum tahu siapa yang melakukan kekerasan dan pembunuhan. Ini berbeda dengan peristiwa pembakaran Polres OKU, Kota Baturaja, Sumatera Selatan. TNI langsung menggelar penyelidikan karena pelakunya jelas anggota TNI.


Sabtu (23/3) lalu, sekelompok orang bersenjata menerobos Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta. Mereka menembak mati empat tersangka kasus pembunuhan Sersan Satu Santosa, anggota di Hugo's Cafe, 19 Maret 2013. Empat tahanan yang ditembak mati adalah Gameliel Yermiyanto Rohi Riwu, Adrianus Candra Galaja, Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, dan Yohanes Juan Manbait.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Amal Ihsan