KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Keputusan Panglima TNI yang menetapkan status Siaga 1 untuk mengantisipasi situasi keamanan dalam negeri di tengah memanasnya konflik Iran yang memicu isu gejolak sosial mendapat sorotan. Kebijakan ini dinilai terlalu reaktif dan justru bisa menjadi bumerang bagi stabilitas ekonomi nasional. Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin menilai, munculnya wacana Siaga 1 ini dipicu oleh kekhawatiran pemerintah terhadap potensi gelombang demonstrasi. Hal ini seiring dengan memburuknya kondisi ekonomi dan ketidakpuasan publik terhadap kebijakan pemerintah. "Jika benar akan diterapkan status siaga 1, penyebabnya kemungkinan adalah potensi demo akibat kondisi ekonomi yang memburuk, ditambah dengan ketidakpuasan masyarakat terhadap cara-cara pemerintah menangani isu ekonomi dan politik luar negeri," ujarnya kepada Kontan.co.id, Selasa (10/3/2026).
TNI Tetapkan Status Siaga 1, Ekonom: Terlalu Berlebihan dan Rugikan Investasi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Keputusan Panglima TNI yang menetapkan status Siaga 1 untuk mengantisipasi situasi keamanan dalam negeri di tengah memanasnya konflik Iran yang memicu isu gejolak sosial mendapat sorotan. Kebijakan ini dinilai terlalu reaktif dan justru bisa menjadi bumerang bagi stabilitas ekonomi nasional. Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin menilai, munculnya wacana Siaga 1 ini dipicu oleh kekhawatiran pemerintah terhadap potensi gelombang demonstrasi. Hal ini seiring dengan memburuknya kondisi ekonomi dan ketidakpuasan publik terhadap kebijakan pemerintah. "Jika benar akan diterapkan status siaga 1, penyebabnya kemungkinan adalah potensi demo akibat kondisi ekonomi yang memburuk, ditambah dengan ketidakpuasan masyarakat terhadap cara-cara pemerintah menangani isu ekonomi dan politik luar negeri," ujarnya kepada Kontan.co.id, Selasa (10/3/2026).