TOBA Bicara Soal Hilirisasi, Simak Rekomendasi Sahamnya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebijakan hilirisasi tengah dijalankan oleh pemerintah sebagai salah satu upaya membentuk ekosistem energi baru berkelanjutan. Untuk hilirisasi nikel, tujuannya untuk membangun ekosistem electric vehicle (EV) di dalam negeri.

Wakil Direktur Utama PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) Pandu Patria Sjahrir optimistis, pemerintahan selanjutnya tetap akan melanjutkan kebijakan tersebut. 

Seperti diketahui, TOBA membentuk perusahaan patungan atawa joint ventures bersama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) bernama Electrum. Perusahaan patungan ini bergerak di bisnis motor listrik. Electrum berencana sepenuhnya menggunakan bahan baku baterai dari nikel.


“Saat ini masih ada lithiumnya, tapi kami sudah rencana di 2025-2026 itu bakal ke nikel, karena nikelnya bakal kami ambil dari dalam negeri,” ujarnya saat ditemui di Jakarta Pusat, Rabu (31/1).

Baca Juga: TBS Energi Utama (TOBA) Bicara Soal Peluang IPO Electrum dan Hilirisasi

Kelanjutan kebijakan hilirisasi memang sering digaungkan oleh Pasangan Calon Nomor Urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Pandu pun diketahui tergabung dalam Tim Kampanye Nasional (TKN).

“Siapa pun kandidat yang terpilih, mereka akan menghadapi masalah dan kesempatan yang sama, jadi fokusnya pasti akan sama,” katanya.

Pandu juga mengungkapkan rencana initial public offering (IPO) Electrum. Menurutnya, peluang Electrum untuk melantai di Bursa Efek Indonesia sangat terbuka. Hal itu karena prospek bisnis motor listrik masih cerah.

“Momentumnya baik, karena semua suka dengan apa yang kami kerjakan,” kata dia, Rabu (31/1).

Namun, Pandu belum menyampaikan kapan rencana Electrum untuk menjadi perusahaan terbuka. Saat ini, Electrum masih berfokus untuk meningkatkan penetrasi motor listrik di pasar Tanah Air.

Jika penetrasi motor listrik sudah makin bagus di Tanah Air, Electrum akan menyusun rencana untuk segera melantai di Bursa.

“Kalau semua sudah suka, baru nanti kami pikirkan soal Tbk (rencana IPO). Tetapi, memang kami sudah harus mulai mikir rencana kapan kami untuk mulai Tbk,” paparnya.

Baca Juga: TBS Melebarkan Sayap Bisnis ke Manajemen Pengolahan Limbah Berskala Regional

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat, kinerja TOBA saat ini berada di level support Rp 248 per saham dan resistance Rp 266 per saham.

Herditya pun merekomendasikan speculative buy untuk TOBA dengan target harga Rp 280 - Rp 284 per saham.

Sementara, Pengamat Pasar Modal dan Founder WH Project, William Hartanto mengatakan, saham TOBA tengah berada dalam tren menurun dengan level support di Rp 250 per saham dan resistance Rp 274 per saham.

“Trend menurun dan tengah menguji support Rp 250 per saham. Rekomendasinya wait and see,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Kamis (1/2).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati