Token Emas Kripto Semakin Diminati, GoIDR Targetkan Volume Transaksi Hingga US$1 Juta



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sejumlah token kripto berbasis emas mulai diminati investor. Salah satu token emas tersebut adalah GoIDR (Gold Indonesia Republic) yakni token stablecoin berbasis emas fisik yang telah dinyatakan lulus dari OJK Regulatory Sandbox pada Agustus 2025 lalu. 

Chief Executive Officer GoIDR, Muhammad Yafi menjelaskan, underlying aset token emas GoIDR adalah emas Galeri 24 PT Pegadaian. Saat ini GoIDR telah diperdagangkan di exchange kripto Indodax dan Gudang Kripto. Karena merupakan real-world assets (RWA), token emas ini dipengaruhi oleh harga emas yang bergerak sesuai mekanisme pasar. Yafi melihat sebagian besar pembeli token emas GoIDR adalah investor ritel yang diperkirakan telah mencapai ribuan.   

“Kebanyakan sampai saat ini adalah investor ritel,” ucap Yafi kepada Kontan, Rabu (12/8/2026). 


Baca Juga: Pergerakan Rupiah Menanti Pidato Kenegaraan Prabowo, Diprediksi Sideways ke Rp 17.950

Adapun dari segi volume transaksi, Yafi mengatakan bahwa saat pertama kali GoIDR listing di Indodax, volume transaksi dapat mencapai sekitar Rp 2 miliar per hari karena baru pertama kali diluncurkan. Setelah itu, volume transaksi bergerak fluktuatif karena dipengaruhi berbagai faktor. Namun secara umum, sejak awal tahun 2026 hingga Juli, Yafi mengatakan rata – rata volume transaksi token emas GoIDR mencapai sekitar Rp 100 juta per hari. 

“Kita targetkan volume transaksi sampai US$ 1 juta per hari secara perdagangan, harapannya dalam dua tahun kita bisa achieve,” ujar Yafi. 

Yafi menyampaikan bahwa secara umum terdapat dua karakteristik pembeli token emas GoIDR. Yakni kelompok umur 18 tahun sampai 34 tahun yang terbiasa berinvestasi di aset kripto. Serta kelompok umur 35 tahun ke atas yang kemungkinan belum terlalu terbiasa berinvestasi di aset kripto. 

“Secara statistik yang 35 tahun ke atas punya purchasing power (daya beli) yang lebih tinggi. Secara kuantitas banyaknya user, kebanyakan di usia 18 tahun sampai 34 tahun,” terang Yafi. 

Yafi menyampaikan bahwa GoIDR berencana menambah jangkauan produknya ke depan. Baik ke exchange kripto lokal yang lainnya maupun menjajaki untuk ke exchange kripto global. Selain itu, GoIDR juga tengah menjajaki untuk menambah supplier emas fisik yang menjadi underlying asset ke perusahaan atau pihak lainnya. 

“Kita masih evaluasi, apakah mungkin memang kita langsung jump ke exchange kripto luar negeri, atau kita tambah satu lagi ke exchange kripto lokal. Kita memang ada rencana untuk menambah, marketnya terbuka,” jelas Yafi.

Baca Juga: Menanti Data AS, Rupiah Diproyeksi Menuju ke Level Rp 18.000 pada Jumat (14/8)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: