KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia menyebut koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir Januari 2026 berpotensi berdampak terhadap kinerja produk unitlink berbasis saham. Head of Investment Tokio Marine Life Insurance Indonesia Kornelis Pandu Wicaksono menjelaskan, dalam beberapa waktu terakhir pasar keuangan domestik dipengaruhi sejumlah sentimen global. Di antaranya sorotan MSCI terhadap tata kelola pasar serta perubahan outlook dari lembaga pemeringkat internasional seperti Moody's.
Baca Juga: BI-Rate Bertahan di 4,75%, Saham Big Banks Terkoreksi: Ini Prospek dan Rekomendasinya Menurutnya, faktor tersebut memengaruhi persepsi risiko investor terhadap pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, yang tercermin pada volatilitas IHSG dan koreksi di akhir Januari 2026. Kornelis menuturkan unitlink berbasis saham pada dasarnya berinvestasi pada instrumen ekuitas, sehingga kinerjanya secara alami mengikuti dinamika pasar saham. “Oleh karena itu, dalam jangka pendek, volatilitas dapat memengaruhi nilai unit,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (19/2/2026). Meski demikian, bagi nasabah dengan horizon investasi menengah hingga panjang, fluktuasi IHSG merupakan bagian dari siklus pasar. Sepanjang fundamental ekonomi domestik tetap terjaga dan stabilitas kebijakan terpelihara, peluang pemulihan masih terbuka.
Baca Juga: BCA Perkuat Strategi Bisnis Berkelanjutan Lewat Pengembangan SDM “Perusahaan memastikan pengelolaan dana dilakukan sesuai mandat investasi yang dipilih nasabah berdasarkan profil risiko masing-masing, dengan penerapan prinsip kehati-hatian,” jelasnya. Ia juga melihat adanya langkah responsif dari regulator dan pelaku pasar dalam menjaga stabilitas serta kepercayaan investor. Stabilitas tersebut dinilai menjadi fondasi penting agar dinamika jangka pendek tidak berkembang menjadi tekanan berlebihan, sehingga mendukung keberlanjutan instrumen berbasis pasar, termasuk unitlink. Sebagai informasi, berdasarkan data Infovesta per Januari 2026, rata-rata imbal hasil (yield) unitlink saham masih mencatatkan kinerja tipis positif sebesar 0,41% secara
year to date (YTD), meskipun di tengah volatilitas pasar saham.
Baca Juga: Soroti Ketimpangan, Dirut BRI Ungkap Likuiditas Menumpuk di Kalangan Atas Adapun unitlink berbasis pasar uang mencatatkan rata-rata return terbesar kedua pada Januari 2026 sebesar 0,25%.
Sementara itu, unitlink pendapatan tetap mengalami kontraksi rata-rata 0,33%, dan unitlink berbasis campuran juga terkontraksi rata-rata 0,45% pada Januari 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News