Tokio Marine Life: Volatilitas Pasar Modal Bisa Pengaruhi Kinerja Unitlink Saham



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih menunjukkan volatilitas yang tinggi sejauh ini. PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia menilai volatilitas pasar modal yang terjadi tentunya dapat memengaruhi kinerja unitlink berbasis saham dalam jangka pendek.

"Sebab, pergerakan nilai aset saham sangat dipengaruhi oleh sentimen global maupun domestik, termasuk arah suku bunga, kondisi geopolitik, pergerakan nilai tukar, serta dinamika pertumbuhan ekonomi," ujar Head of Investment Tokio Marine Life Insurance Indonesia Kornelis Pandu Wicaksono kepada Kontan, Jumat (12/6/2026).

Lebih lanjut, Kornelis mengatakan kondisi pasar saat ini juga dipengaruhi oleh dinamika global yang berdampak pada pergerakan nilai tukar Rupiah. Dalam situasi tersebut, dia bilang kebijakan suku bunga menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kepercayaan pasar.


Di sisi lain, lingkungan suku bunga acuan yang lebih tinggi dapat memengaruhi preferensi investor terhadap berbagai kelas aset, sehingga pergerakan pasar keuangan menjadi lebih fluktuatif dalam jangka pendek.

Baca Juga: Asosiasi Sebut Naiknya BI Rate Jadi 5,50% Bisa Berdampak terhadap Investasi DPLK

Meski demikian, Kornelis melihat volatilitas merupakan bagian normal dari siklus pasar. Untuk investor dengan horizon investasi jangka menengah hingga panjang, dia bilang koreksi pasar justru dapat membuka peluang investasi pada valuasi yang lebih menarik.

Dalam mengantisipasi dampak volatilitas pasar modal terhadap unitlink saham, Kornelis menerangkan perusahaan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian melalui proses seleksi aset yang disiplin, diversifikasi portofolio, serta pemantauan kondisi pasar secara aktif.

"Selain itu, kami juga terus mengedukasi nasabah bahwa pemilihan jenis unitlink sebaiknya disesuaikan dengan tujuan keuangan, profil risiko, dan jangka waktu investasi masing-masing," tuturnya.

Baca Juga: BSN Siapkan KPR, Pembiayaan Haji hingga Modal Usaha untuk Warga Muhammadiyah

Kornelis menyampaikan bagi nasabah dengan toleransi risiko yang lebih konservatif atau horizon investasi lebih pendek, instrumen seperti pasar uang atau pendapatan tetap dapat menjadi pilihan yang lebih sesuai. Sementara itu, dia bilang unitlink saham lebih cocok untuk nasabah yang memiliki horizon investasi jangka panjang dan siap menghadapi fluktuasi pasar.

Asal tahu saja, data Infovesta secara year to date (ytd), rata-rata return unitlink berbasis saham terkontraksi paling dalam, yakni sebesar 8,76% per Mei 2026. Di tengah tertekannya kinerja unitlink berbasis saham, ada sejumlah produk unitlink saham Tokio Marine Life yang berhasil mencetak hasil positif.

Misalnya saja, TM Global Syariah Equity Fund yang berhasil mencetak kinerja mentereng, dengan imbal hasil sebesar 11,03% per Mei 2026. Diikuti produk unitlink saham TM USD Global Equity Fund, dengan imbal hasil sebesar 10,78% per Mei 2026. Selanjutnya, ada produk unitlink saham TM USD Offshore Equity Fund, yang mencetak return sebesar 9,27% per Mei 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News