Tokocrypto Kuasai 64% Pasar Tokenized Stocks Indonesia, Transaksi Capai Rp 8,4 Miliar



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Tokocrypto mencatat pangsa pasar sebesar 64% di segmen tokenized stocks Indonesia pada Juli 2026.

Capaian ini sejalan dengan meningkatnya minat investor terhadap instrumen yang memberikan eksposur ke saham global melalui teknologi blockchain.

Saat ini, Tokocrypto menawarkan 15 token saham (tokenized stocks), termasuk yang merepresentasikan saham Nvidia, Tesla, dan Microsoft.


Baca Juga: Laba Emiten Semester I Beri Sinyal Membaik, CGS: Hanya 18% Emiten Meleset dari Target

Sepanjang 1–29 Juli 2026, volume perdagangan produk tersebut di platform Tokocrypto mencapai lebih dari US$ 467.000 atau sekitar Rp 8,36 miliar.

CEO Tokocrypto Calvin Kizana mengatakan, pencapaian tersebut mencerminkan upaya perusahaan memperluas pilihan investasi bagi masyarakat sekaligus membuka akses yang lebih mudah bagi investor ritel ke pasar saham global.

"Melalui infrastruktur berbasis blockchain, aset yang sebelumnya memiliki keterbatasan dari sisi akses, waktu perdagangan, maupun proses transaksi kini dapat diakses dalam bentuk yang lebih efisien dan mudah dijangkau," ujar Calvin dalam keterangan resmi, Kamis (6/8/2026).

Ekspansi produk Tokocrypto berlangsung di tengah pesatnya pertumbuhan pasar tokenized stocks secara global.

Mengutip CoinPedia, volume perdagangan tokenized stocks dunia melonjak menjadi US$ 54 miliar pada Juni 2026, naik dari US$ 34 miliar pada Mei 2026 dan hanya US$ 831 juta pada Juli 2025.

Baca Juga: Pefindo Tegaskan Peringkat idA- untuk INPP, Ini Faktor Pendukungnya

Menurut Calvin, lonjakan tersebut menunjukkan perubahan perilaku investor. Jika sebelumnya banyak investor hanya berfokus pada aset kripto, kini mereka mulai mencari diversifikasi melalui eksposur ke pasar saham global.

Salah satu faktor yang mendorong tren tersebut adalah fleksibilitas perdagangan yang dapat dilakukan di luar jam operasional bursa saham konvensional, sehingga memberi keleluasaan lebih besar bagi investor ritel.

Calvin menegaskan, bagi Tokocrypto, kehadiran tokenized stocks bukan sekadar penambahan lini produk, melainkan bagian dari strategi membangun ekosistem investasi digital yang lebih inklusif.

"Kami melihat potensi besar produk ini sebagai jembatan antara dunia keuangan tradisional dan ekonomi digital," katanya.

Baca Juga: IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.359 Kamis (6/8), CUAN, HRTA, dan ANTM Pimpin Kenaikan

Ke depan, Tokocrypto berencana memperluas pilihan tokenized stocks yang tersedia di platform.

Langkah tersebut akan diiringi dengan penguatan edukasi pengguna, transparansi, perlindungan konsumen, serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

"Pertumbuhan tokenized stocks perlu berjalan beriringan dengan edukasi, perlindungan konsumen, transparansi, serta kerangka regulasi yang kuat. Karena itu, Tokocrypto berkomitmen mengembangkan produk ini secara bertanggung jawab dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tutup Calvin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News