Tokopedia Luncurkan TokoClinic, Layanan Telemedicine Terintegrasi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tokopedia menghadirkan layanan telemedicine terintegrasi bernama TokoClinic by Tokopedia Farma yang memungkinkan pengguna melakukan konsultasi dengan dokter berlisensi, memperoleh resep digital, hingga membeli obat secara lebih aman melalui jaringan lebih dari 3.000 farmasi berlisensi rekanan dalam satu aplikasi.

Melalui layanan tersebut, pengguna dapat terlebih dahulu berkonsultasi secara daring dengan dokter untuk kebutuhan obat tertentu, menerima resep digital, kemudian menebus obat sesuai resep tanpa perlu berpindah platform. Inisiatif ini diharapkan memperkuat ekosistem layanan kesehatan digital yang terintegrasi di dalam aplikasi Tokopedia.

Tokopedia menegaskan komitmennya menghadirkan layanan kesehatan digital yang lebih aman melalui TokoClinic by Tokopedia Farma, dengan mengintegrasikan konsultasi dokter, resep digital, dan pembelian obat dalam satu ekosistem.


Stephanie Susilo, Executive Director of Tokopedia and TikTok Shop Indonesia mengatakan, pihaknya lewat TokoClinic ingin memastikan pengalaman membeli obat online tidak hanya praktis, tetapi juga jauh lebih aman dan bertanggung jawab. 

“Dengan integrasi konsultasi dokter, resep digital, dan pembelian obat dalam satu alur, kami berharap masyarakat mendapatkan akses kesehatan yang lebih tepercaya,” kata Stephanie dalam keterangannya, Kamis (28/5/2026).

Baca Juga: TikTok Shop Tokopedia Dorong Ekspor Brand Lokal ke Asia Tenggara

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) mencatat sepanjang 2025 terdapat 197.725 tautan penjualan obat dan makanan ilegal di platform digital, menunjukkan perlunya pengawasan serta panduan medis dalam transaksi obat daring.

Menjawab tantangan tersebut, TokoClinic menghadirkan resep digital terverifikasi yang memungkinkan dokter menerbitkan resep langsung setelah konsultasi dalam aplikasi. Sistem ini memastikan obat yang dibeli sesuai indikasi medis dan regulasi distribusi, sekaligus meningkatkan keamanan transaksi obat online.

Di sisi industri, sektor farmasi nasional diproyeksikan mencapai potensi pasar Rp225 triliun pada 2030 seiring meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan dan akselerasi transformasi digital, yang mendorong integrasi teknologi dalam layanan kesehatan.

Melalui TokoClinic by Tokopedia Farma, Tokopedia memperkuat ekosistem kesehatan digital dengan layanan yang lebih mudah diakses serta mendorong penggunaan obat yang aman dan bertanggung jawab.

Dari sisi layanan publik, TokoClinic diharapkan memperluas akses kesehatan dan menekan tingginya praktik swamedikasi, melalui layanan konsultasi yang cepat, mudah, dan terjangkau untuk mendorong penggunaan obat yang lebih rasional.

Baca Juga: Konten Jadi Mesin Penggerak Penjualan di Tokopedia dan TikTok Shop

Inisiatif ini sejalan dengan transformasi digital Kementerian Kesehatan pada pilar teknologi kesehatan yang menekankan layanan aksesibel, terjangkau, dan berkualitas.

Sementara itu, Mahesa Paranadipa Maikel, dokter umum spesialis Bioetika dan Hukum Kesehatan serta Manajemen Rumah Sakit sekaligus Wakil Ketua Umum II PB IDI periode 2023–2025, menilai telemedicine dapat mempercepat akses layanan kesehatan terutama kasus non-darurat.

Ia bilang, telemedicine dapat menjadi solusi untuk membantu masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan dengan lebih cepat dan praktis, terutama bagi pasien dengan kondisi non-darurat. 

“Yang terpenting, layanan kesehatan digital harus tetap mengedepankan keselamatan pasien, penggunaan obat yang bertanggung jawab, serta hak pasien untuk memilih pengobatan sesuai kebutuhan dan kesanggupan masing-masing,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News