KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tokopedia dan TikTok Shop terus memperluas akses masyarakat terhadap produk lokal sekaligus memperkuat kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui ekosistem digital. Terbaru, melalui inisiatif Beli Lokal, platform ini dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) bekerja sama mendorong UMKM memperkuat legalitas usaha, keterampilan digital, kreativitas konten, serta pemanfaatan affiliate marketing untuk memperluas pasar. Lewat kerja sama itu, produk lokal yang telah dikurasi oleh Kemendag telah ditampilkan di platform Tokopedia dan TikTok Shop lewat etalase yang diberi nama Pilihan BuSan.
Kolaborasi tersebut diluncurkan di Solo pada 21 September 2026. Sebanyak 200 UMKM dari Solo dan sekitarnya mengikuti pelatihan mengenai legalisasi usaha, pembuatan konten, dan affiliate marketing. Presiden Direktur Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia Stephanie Susilo mengatakan, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya membantu pelaku usaha lokal berkembang dan memperluas jangkauan konsumen.
Baca Juga: Celios: PHK Tokopedia Merupakan Konsekuensi yang Lazim Usai Akuisisi “Melalui program tersebut, penjual Pilihan BuSan dapat memasarkan produknya di Tokopedia dan TikTok Shop, yang menjadi mitra platform digital pertama program kurasi Kemendag,” kata Stephanie dalam keterangannya, Rabu (23/9/2026). Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, program Pilihan BuSan ditujukan untuk mempermudah konsumen menemukan dan mengakses produk lokal berkualitas. Ia mengapresiasi Tokopedia dan TikTok Shop yang menyediakan ruang bagi produk hasil kurasi Kemendag untuk menjangkau konsumen di seluruh Indonesia. Nilai ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai US$ 180 miliar-US$ 340 miliar pada 2030. Dalam perkembangan tersebut, UMKM memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital. Di Solo, UMKM berkontribusi 57% terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) kota dan menyerap 36% tenaga kerja lokal. Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto mengatakan UMKM merupakan bagian penting dari perekonomian Solo. Berdasarkan kajian BRIDA, kontribusi UMKM bahkan berpotensi mencapai 43% PDRB Kota Solo. Karena itu, ia menyambut inisiatif #BeliLokal yang mendorong penguatan legalitas usaha dan pemanfaatan konten digital untuk memperluas pasar.
Baca Juga: Soroti PHK Tokopedia, Kadin: Tekanan Profitabilitas Jadi Tantangan Industri Digital Di Solo, penjual di Tokopedia dan TikTok Shop yang memanfaatkan ekosistem program Beli Lokal mencatat peningkatan pesanan sebesar 57%. Hal ini menunjukkan pemanfaatan platform digital dapat membantu UMKM menjangkau konsumen di luar pasar lokal. Perubahan pola belanja juga membuat kemampuan membuat konten dan memanfaatkan affiliate marketing semakin penting bagi UMKM. Melalui LIVE dan video pendek, pelaku usaha dapat memperkenalkan produk, menjangkau konsumen baru, dan mendorong transaksi. Namun, legalitas usaha masih menjadi tantangan. Dari sekitar 56 juta usaha mikro di Indonesia, baru 27% yang memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Padahal, NIB dapat membantu UMKM mengakses pembiayaan, dukungan pemerintah, dan berbagai peluang usaha.
Untuk mendorong UMKM naik kelas, Tokopedia dan TikTok Shop meluncurkan #WaktunyaSTARt #JualanNyaman pada 2024 sebagai bagian dari inisiatif Beli Lokal. Sejak diluncurkan, program tersebut telah memberdayakan 4.800 peserta, termasuk perempuan dan penyandang disabilitas, melalui pelatihan legalisasi usaha, pembuatan konten, dan affiliate marketing. Secara nasional, pesanan melalui LIVE dan video pendek masing-masing tumbuh 59% dan 135%. Sementara itu, pesanan yang dihasilkan affiliate creator meningkat 170%. Di Solo, Batik Baron mencatat kenaikan nilai transaksi hampir 250% di Tokopedia dan TikTok Shop selama Ramadan 2026 setelah memanfaatkan video pendek dan LIVE di TikTok. Sementara itu, affiliate creator Inem Jogja menggelar LIVE selama 10 jam untuk membantu UMKM memperoleh eksposur dan meningkatkan penjualan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News