Tokyo Stock Exchange alami short selling tertinggi



TOKYO. Investor pasar saham Jepang menunggu bursa rontok. Pada perdagangan kemarin, short selling mencapai 38,3% dari total perdagangan di Tokyo Stock Exchange. Ini merupakan level tertinggi sejak otoritas bursa mencatat perdagangan harian enam tahun lalu.

Menurut data Tokyo Stock Exchange, para produsen energi, perusahaan utilitas dan perusahaan logam non besi merupakan sasaran short selling pra investor. Jun Yunoki, Equity Strategist Nomura Holdings Inc mengatakan, tidak ada alasan jelas kenaikan tajam short selling ini.

"Tapi pola di masa lalu menunjukkan bahwa ketika short selling memuncak, investor akan mulai membeli saham dan terjadi reli," kata Yunoki kepada Bloomberg.


Pada awal Januari, investor saham Jepang melakukan hal serupa. Setelah itu, indeks Topix naik dalam lima bulan berturut-turut. Short selling juga meningkat tajam pada 30 Oktober 2014, sehari sebelum Bank of Japan tiba-tiba menggelar pelonggaran stimulus.

Editor: Hendra Gunawan