KONTAN.CO.ID - TOKYO. Jepang mengungkapkan tidak memiliki rencana untuk mengirim kapal angkatan laut guna mengawal kapal-kapal di Timur Tengah. Hal itu diungkapkan Perdana Menteri Sanae Takaichi, setelah Presiden AS Donald Trump meminta sekutu untuk melindungi kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz. "Kami belum membuat keputusan apa pun tentang pengiriman kapal pengawal. Kami terus meneliti apa yang dapat dilakukan Jepang secara mandiri dan apa yang dapat dilakukan dalam kerangka hukum," kata Takaichi kepada parlemen, Senin (16/3/2026). Seruan Trump dalam unggahan media sosial kepada sekutu AS, termasuk Jepang, untuk membantu melindungi pengiriman minyak dan gas melalui jalur air strategis tersebut menempatkan Tokyo dalam posisi sulit karena meskipun sangat bergantung pada energi Timur Tengah, konstitusinya yang menolak perang membatasi ruang lingkup operasi militer luar negeri yang dapat dilakukannya.
Tolak Permintaan AS, Jepang Belum Berencana Kirim Misi Pengawalan ke Selat Hormuz
KONTAN.CO.ID - TOKYO. Jepang mengungkapkan tidak memiliki rencana untuk mengirim kapal angkatan laut guna mengawal kapal-kapal di Timur Tengah. Hal itu diungkapkan Perdana Menteri Sanae Takaichi, setelah Presiden AS Donald Trump meminta sekutu untuk melindungi kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz. "Kami belum membuat keputusan apa pun tentang pengiriman kapal pengawal. Kami terus meneliti apa yang dapat dilakukan Jepang secara mandiri dan apa yang dapat dilakukan dalam kerangka hukum," kata Takaichi kepada parlemen, Senin (16/3/2026). Seruan Trump dalam unggahan media sosial kepada sekutu AS, termasuk Jepang, untuk membantu melindungi pengiriman minyak dan gas melalui jalur air strategis tersebut menempatkan Tokyo dalam posisi sulit karena meskipun sangat bergantung pada energi Timur Tengah, konstitusinya yang menolak perang membatasi ruang lingkup operasi militer luar negeri yang dapat dilakukannya.
TAG: