KONTAN.CO.ID - Miliarder asal China masih mendominasi daftar perempuan terkaya di Asia pada awal 2026. Berdasarkan laporan terbaru dari
Forbes, total kekayaan lima perempuan terkaya di kawasan ini telah melampaui US$124 miliar atau setara lebih dari Rp2.155 triliun. Selain itu, terdapat kombinasi antara pengusaha pewaris bisnis keluarga dan sosok
self-made alias perintis yang membangun usahanya dari nol. Berikut adalah pembahasannya.
Top 5 Perempuan Terkaya di Asia 2026
| Peringkat | Nama | Negara | Kekayaan | Sumber Kekayaan | Kategori |
| 1 | Savitri Jindal | India | US$36,5 miliar | Industri (Jindal Group) | Pewaris |
| 2 | Zheng Shuliang | China | US$32,7 miliar | Aluminium (China Hongqiao) | Pewaris |
| 3 | Zhong Huijuan | China | US$19,9 miliar | Farmasi (Hansoh) | Perintis |
| 4 | Kwong Siu-hing | Hong Kong | US$18,1 miliar | Properti | Pewaris |
| 5 | Zhou Qunfei | China | US$17,1 miliar | Teknologi (Lens Technology) | Perintis |
Baca Juga: 10 Orang Terkaya di Dunia Awal Mei 2026: Elon Musk Tak Tertandingi 1. Savitri Jindal
Savitri Jindal menjadi perempuan terkaya di Asia dengan kekayaan US$36,5 miliar (sekitar Rp634,3 triliun). Ia memimpin Jindal Group yang bergerak di sektor baja, energi, hingga infrastruktur. Setelah wafatnya suaminya, O.P. Jindal, pada 2005, Savitri mengambil peran penting dalam menjaga stabilitas bisnis keluarga. Jindal Group kemudian dibagi ke dalam beberapa unit yang dikelola oleh anak-anaknya, namun tetap berada dalam satu ekosistem bisnis yang kuat. Di sektor baja, energi, dan infrastruktur, Jindal Group terus berkembang seiring kebutuhan industrialisasi India.
Baca Juga: Daftar 10 Orang Terkaya di Indonesia, Mei 2026: Prajogo Pangestu Masih di Puncak 2. Zheng Shuliang
Zheng Shuliang memiliki kekayaan US$32,7 miliar (sekitar Rp568,6 triliun) dari bisnis aluminium melalui China Hongqiao Group. Ia merupakan figur sentral dalam keberlanjutan China Hongqiao Group, salah satu produsen aluminium terbesar di dunia. Perusahaan ini didirikan oleh suaminya, Zhang Shiping, yang membangun bisnis tersebut pada era reformasi ekonomi China. Stabilitas sektor manufaktur China turut menjaga valuasi perusahaan tetap tinggi, yang berdampak langsung pada kekayaan Zheng.
Baca Juga: Spirit Airlines Bangkrut Akibat Perang Iran, Ini Profil CEO dan Strateginya 3. Zhong Huijuan
Zhong Huijuan mengantongi kekayaan US$19,9 miliar (sekitar Rp345,8 triliun) dari bisnis farmasi Hansoh Pharmaceutical Group. Berawal sebagai guru kimia, Zhong meninggalkan profesinya pada 1995 untuk mendirikan perusahaan farmasi kecil. Seiring waktu, Hansoh Pharmaceutical Group berkembang menjadi perusahaan besar yang fokus pada obat-obatan untuk kanker, diabetes, dan gangguan sistem saraf. Keberhasilan Hansoh juga didorong oleh meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan di China serta investasi besar di sektor riset dan pengembangan obat. IPO perusahaan pada 2019 menjadi titik balik yang mengangkat kekayaan Zhong secara signifikan.
Baca Juga: GameStop Tawar eBay Rp970 Triliun, CEO Ryan Cohen Pasang Target Besar 4. Kwong Siu-hing
Kwong Siu-hing memiliki kekayaan US$18,1 miliar (sekitar Rp314,6 triliun) dari sektor properti melalui Sun Hung Kai Properties. Melalui Sun Hung Kai Properties, keluarga Kwok membangun berbagai proyek properti premium di Hong Kong yang merupakan salah satu pasar properti termahal di dunia. Meski pasar properti sempat berfluktuasi dalam beberapa tahun terakhir, nilai aset perusahaan tetap tinggi. Hal ini membuat kekayaan Kwong relatif stabil dan terus berada di jajaran atas.
Baca Juga: Profil Pham Nhat Vuong: Orang Terkaya Asia Tenggara 2026, Bos VinFast dan Green SM 5. Zhou Qunfei
Zhou Qunfei mencatat kekayaan US$17,1 miliar (sekitar Rp297,2 triliun) dari perusahaan teknologi Lens Technology. Ia mendirikan Lens Technology yang kini menjadi pemain global dalam industri teknologi. Perusahaannya memasok kaca untuk perangkat elektronik dari perusahaan besar seperti Apple dan Samsung, serta kendaraan listrik dari Tesla dan BYD. Lens Technology tumbuh pesat, terutama seiring meningkatnya permintaan smartphone dan kendaraan listrik.
Baca Juga: Profil El Jardinero, Otak Kartel CJNG yang Diringkus di Meksiko Dinamika Kekayaan Perempuan di Asia
Terdapat pola menarik dalam daftar ini. Tiga dari lima perempuan terkaya berasal dari bisnis keluarga yang sudah mapan, sementara dua lainnya membangun kekayaan secara mandiri. Sektor yang mendominasi pun mencerminkan kekuatan ekonomi Asia saat ini.
Di antaranya adalah industri berat dan manufaktur (baja, aluminium), properti dan real estat, farmasi dan kesehatan, serta teknologi dan rantai pasok global. China unggul berkat skala industrinya yang besar, sementara India tetap menjadi kekuatan penting melalui konglomerasi tradisional.
Baca Juga: Prestasi John Ternus di Apple, Dari Balik Layar hingga Jadi CEO Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News